Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan komitmennya untuk mempercepat transformasi Rumah Sakit UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menjadi pusat keunggulan di bidang layanan kesehatan dan pendidikan kedokteran.
Hal tersebut disampaikan Menag saat menerima audiensi Direktur RS UIN Syarif Hidayatullah, Syaifullah, di Kantor Kementerian Agama, Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis, 9 April 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Menag menekankan pentingnya penguatan peran rumah sakit, baik yang berlokasi di Pondok Gede maupun Ciputat, Tangerang Selatan. Ia meminta agar seluruh lahan yang masih tersedia segera dimanfaatkan untuk pembangunan fasilitas strategis guna meningkatkan kualitas layanan.
“Sisa kawasan yang masih kosong harus segera dimanfaatkan untuk pembangunan fasilitas penunjang. Kita ingin RS UIN tidak hanya menjadi tempat berobat, tetapi juga menjadi representasi layanan kesehatan Kementerian Agama yang modern dan terintegrasi,”kata Nasaruddin dalam keterangan tertulis, Jumat, 10 April 2026.
Menag juga memberikan perhatian pada program akselerasi Rumah Sakit Pendidikan yang diharapkan menjadi penggerak utama bagi Fakultas Kedokteran dan Fakultas Ilmu Kesehatan di lingkungan UIN. Program ini ditujukan untuk memperkuat praktik klinis mahasiswa sekaligus membuka ruang kolaborasi riset yang mendorong inovasi medis berbasis akademik.
Selain itu, upaya percepatan ini diarahkan untuk mencapai standar akreditasi unggul yang selaras dengan ketentuan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi serta Kementerian Kesehatan, sehingga mutu layanan dan pendidikan dapat terjamin secara menyeluruh.
Menag juga menekankan pentingnya pengembangan program pendidikan dokter spesialis sebagai prioritas utama. Ia mendorong agar fasilitas pendidikan segera diperluas untuk mendukung lahirnya lebih banyak tenaga ahli dari lingkungan UIN.
“Pengembangan dokter spesialis tidak boleh tertunda. Kita perlu mempercepat pembangunan fasilitas pendidikan, terutama untuk program spesialisasi,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur RS UIN Syarif Hidayatullah, Syaifullah, menyampaikan bahwa pihaknya tengah menyusun dokumen persyaratan akreditasi sebagai rumah sakit pendidikan yang akan diajukan ke kementerian terkait.
Menurutnya, langkah ini penting untuk mewujudkan sistem pendidikan kedokteran yang terintegrasi di bawah naungan UIN, mulai dari jenjang sarjana hingga pendidikan spesialis.
“Target kami adalah memastikan seluruh mahasiswa Fakultas Kedokteran UIN memperoleh standar pendidikan klinis yang seragam dan berkualitas. Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, mereka dapat melanjutkan ke tahap berikutnya dalam sistem yang terintegrasi di rumah sakit pendidikan,”ungkap Syaifullah.
Editor: Redaksi TVRINews





