MOSKOW, KOMPAS.TV - Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan gencatan senjata di Ukraina selama peringatan hari Paskah Ortodoks. Menurut keterangan Biro Pers Kremlin, gencatan senjata ini akan berlaku pada Sabtu (11/4/2026) hingga Minggu (12/4).
Putin menyatakan pasukan Rusia akan diinstruksikan untuk menghentikan seluruh operasi tempur selama gencatan senjata. Namun, pasukan Rusia disebut siap merespons serangan paukan musuh selama periode tersebut.
"Berdasarkan kebijakan Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Rusia Vladimir Putin, gencatan senjata telah dideklarasikan jelang Paskah Ortodoks," demikian pernyataan Biro Pers Kremlin via TASS, Kamis (9/4).
Baca Juga: Mojtaba Khamenei Gaungkan Kemenangan Iran atas AS-Israel, Sebut Negaranya Menginspirasi Dunia
Kremlin menyatakan Ukraina diharapkan untuk mengikuti langkah Rusia dan turut mendeklarasikan gencatan senjata selama periode Paskah Ortodoks.
Rusia sendiri sebelumnya menerapkan gencatan senjata Paskah pada 2025 lalu. Gencatan senjata ini berlaku selama tiga hari.
"Pasukan Rusia senantias siap menghadapi segala bentuk provokasi oleh musuh, juga setiap tindakan agresif," demikian pernyataan Kremlin.
Sementara itu, juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov menyatakan gencatan senjata ini tidak dirundingkan lebih dulu dengan Amerika Serikat (AS) atau Ukraina. AS sendiri berperan sebagai mediator dalam perang Rusia-Ukraina yang berlangsung sejak 2022 silam.
Gencatan senjata pada Sabtu (11/4) sedianya akan berlaku mulai pukul 14.00 waktu Moskow. Gencatan senjata akan berlaku hingga Minggu (12/4) tengah malam.
Baca Juga: Rusia Kecam Serangan Israel ke Lebanon, Sebut Gencatan Senjata Iran-AS Terancam Gagal
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Gading-Persada
Sumber : TASS
- perang ukraina
- gencatan senjata ukraina
- gencatan senjata paskah
- valdimir putin
- ukraina





