Pantau - Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengecam serangan Israel terhadap Lebanon dan menyebutnya sebagai pelanggaran hukum internasional yang tidak dapat ditoleransi.
Pernyataan tersebut disampaikan Sanchez di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah akibat eskalasi konflik yang melibatkan sejumlah pihak.
Ia mengungkapkan bahwa serangan tersebut merupakan "serangan paling brutal terhadap Lebanon sejak awal ofensif,"
Ia juga menegaskan bahwa tindakan tersebut adalah "pengabaian terhadap nyawa manusia dan hukum internasional yang tidak dapat ditoleransi."
Sanchez mendesak agar Lebanon dimasukkan dalam kerangka gencatan senjata yang sedang berlaku guna mencegah eskalasi konflik lebih lanjut.
Sanchez meminta komunitas internasional untuk secara tegas mengecam pelanggaran hukum internasional tersebut.
Ia menegaskan, "Tidak boleh ada impunitas atas tindakan kriminal ini,"
Selain itu, ia juga mendesak Uni Eropa untuk menangguhkan perjanjian asosiasi dengan Israel sebagai bentuk tekanan diplomatik.
Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares turut menyatakan bahwa operasi militer Israel di Lebanon tidak dapat diterima.
Ia mengatakan, "Semua front harus menghentikan tembakan, dan itu termasuk Lebanon,"
Albares menekankan pentingnya mencegah eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.
Dalam beberapa bulan terakhir, Spanyol menunjukkan sikap semakin kritis terhadap perkembangan situasi di kawasan tersebut.
Pemerintah Spanyol secara konsisten menyerukan deeskalasi serta kepatuhan terhadap hukum internasional dalam setiap konflik yang terjadi.



