Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menguat tajam pada Jumat (10/4/2026), membukukan reli kenaikan 3 hari berturut-turut
IDXChannel – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menguat tajam pada Jumat (10/4/2026), membukukan reli kenaikan 3 hari berturut-turut dan berpotensi mencatatkan kinerja mingguan positif.
Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 10.20 WIB, IHSG melonjak 1,90 persen ke 7.446,41. Nilai transaksi mencapai Rp6,95 triliun dan volume perdagangan 15,83 miliar saham.
Sebanyak 470 saham naik, 178 saham turun, dan 311 sisanya stagnan.
Saham konglomerat raksasa hingga bank besar menjadi penopang indeks hari ini.
IHSG dinilai melanjutkan fase rebound setelah mampu bertahan di area support 6.920-7.020 dan menembus resistance kunci 7.340.
Analis BRI Danareksa Sekuritas melihat perbaikan momentum mulai terlihat dari penguatan MACD dan peningkatan volume perdagangan.
Dalam risetnya, BRI Danareksa Sekuritas menyebut bias jangka pendek IHSG berada pada kisaran neutral to bullish, dengan support minor di area 7.300-7.340 dan resistance di rentang 7.500-7.580.
Dari sisi global, rencana negosiasi Israel dan Lebanon dinilai membantu meredakan risiko geopolitik kawasan serta memperkuat stabilitas gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.
Selain itu, penguatan bursa saham AS turut mencerminkan kembali munculnya sentimen risk-on di pasar global.
Sementara dari domestik, perhatian investor tertuju pada MSCI Index Review Mei 2026 yang akan diumumkan pada 12 Mei dan berlaku efektif 1 Juni.
BRI Danareksa Sekuritas menilai pertemuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan MSCI pada pekan ketiga April menjadi momen penting untuk menilai apakah perbaikan struktur pasar Indonesia telah memenuhi standar investability.
Katalis lainnya berasal dari revisi metodologi free float MSCI, termasuk penggunaan klasifikasi investor yang lebih granular hingga sekitar 39 kategori serta peningkatan transparansi kepemilikan saham di atas 1 persen. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.





