Sembilan Dosen Polimerz Raih Pendanaan Riset 2026, Tegaskan Akselerasi Budaya Akademik Berbasis Inovasi

harianfajar
21 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, MAKASSAR — Upaya penguatan budaya riset di lingkungan pendidikan tinggi kembali menunjukkan hasil positif. Sebanyak sembilan dosen Politeknik Kesehatan Megarezky (Polimerz) dinyatakan lolos dalam Program Pendanaan Riset dan Pengembangan Tahun 2026, sebuah skema kompetitif nasional yang ditujukan untuk mendorong lahirnya inovasi dan solusi berbasis keilmuan.

Capaian ini tidak sekadar menjadi prestasi administratif, melainkan mencerminkan meningkatnya kapasitas akademik dosen dalam merancang riset yang relevan, aplikatif, dan berdampak bagi masyarakat. Di tengah tuntutan transformasi pendidikan tinggi, keberhasilan tersebut menegaskan posisi Polimerz sebagai institusi yang adaptif terhadap agenda penguatan tridarma perguruan tinggi, khususnya pada dimensi penelitian.

Direktur Polimerz, Dr. Hairuddin K, S.S., S.KM., M.Kes. menilai, keberhasilan sembilan dosen tersebut merupakan bagian dari proses panjang pembinaan riset yang terus diakselerasi dalam beberapa tahun terakhir.

“Pendanaan ini bukan hanya capaian individual, tetapi juga refleksi dari ekosistem akademik yang mulai tumbuh secara sistematis di Polimerz. Kami mendorong riset yang tidak berhenti pada publikasi, tetapi berorientasi pada kebermanfaatan sosial,” ujarnya.

Ia menambahkan, arah kebijakan institusi saat ini difokuskan pada pengembangan riset terapan di bidang kesehatan, yang mampu menjawab persoalan riil di masyarakat, mulai dari penguatan layanan kesehatan dasar hingga inovasi teknologi kesehatan berbasis kebutuhan lokal.

Salah satu dosen penerima pendanaan, Muhammad Arif Rahman, S.Kep., M.H.Kes. mengungkapkan bahwa program ini memberikan ruang strategis untuk memperdalam kajian ilmiah sekaligus memperluas kontribusi penelitian terhadap praktik di lapangan.

“Riset yang kami kembangkan diarahkan tidak hanya untuk memperkaya khazanah akademik, tetapi juga sebagai instrumen intervensi berbasis data dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang,” tuturnya.

Dalam konteks yang lebih luas, keberhasilan ini selaras dengan agenda transformasi pendidikan tinggi nasional yang menekankan pada penguatan riset unggulan, kolaborasi lintas disiplin, serta hilirisasi hasil penelitian. Perguruan tinggi dituntut tidak hanya menjadi pusat produksi pengetahuan, tetapi juga agen perubahan sosial yang responsif terhadap dinamika masyarakat.

Dengan capaian tersebut, Polimerz menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola riset, memperluas jejaring kolaborasi, serta meningkatkan kapasitas dosen dalam menghasilkan penelitian yang kompetitif di tingkat nasional maupun global.

Ke depan, institusi ini menargetkan peningkatan jumlah proposal riset yang lolos pendanaan, sekaligus mendorong integrasi hasil penelitian ke dalam proses pembelajaran dan pengabdian kepada masyarakat. Langkah ini dipandang strategis dalam membangun ekosistem akademik yang berkelanjutan dan berdampak. (*)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PBB Warga Tangsel Sudah Lunas, tapi Kok Dibilang Nunggak 5 Tahun?
• 1 jam lalukompas.com
thumb
Ekspansi Migas di Laut Utara Inggris Tidak Signifikan Pangkas Impor Gas
• 8 jam lalukatadata.co.id
thumb
Mayat Berseragam SMA Ditemukan di Muara Kaliadem Tangerang, Ada Luka di Dada dan Tangan
• 7 menit laluliputan6.com
thumb
Ingat! WFH Bukan Hari Libur, Menpan RB Tegaskan ASN Wajib Kerja dari Rumah dan Tetap Diawasi Atasan
• 21 jam laludisway.id
thumb
Shiloh Jolie Muncul Jadi Penari Latar Idol K-Pop, Agensi Mengaku Tidak Tahu Identitasnya
• 20 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.