Jakarta (ANTARA) - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mencatat jumlah penerima Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) terus meningkat dari semula pada tahap I sebanyak 16.979 mahasiswa, menjadi 16.920 mahasiswa pada tahap II.
Menurut dia, peningkatan jumlah penerima KJMU menunjukkan semakin terbukanya kesempatan bagi putra-putri Jakarta untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia.
“KJMU bukan sekadar bantuan biaya pendidikan, tetapi langkah strategis untuk menyiapkan generasi muda yang unggul secara akademik, berintegritas, dan memiliki semangat pengabdian,” ujar Rano saat menghadiri Forum Orientasi Penerima Baru KJMU Tahap II Tahun 2025 di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Jumat.
Dia menegaskan KJMU merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan masa depan.
Dia juga menekankan KJMU tidak hanya berfokus pada bantuan finansial, tetapi juga mencakup pembinaan, pendampingan, serta pengembangan diri mahasiswa agar siap menghadapi masa depan.
Baca juga: Pramono ingin KJMU bisa digunakan sampai jenjang S2 dan S3
Dalam kesempatan tersebut, Rano mendorong para penerima KJMU agar menjadi generasi unggul yang berprestasi, berintegritas, dan berdaya saing global.
Dia juga mendorong mahasiswa agar membentuk forum sebagai wadah komunikasi dan kolaborasi, yang diharapkan dapat menumbuhkan kepemimpinan, solidaritas, dan kepedulian sosial.
Lebih lanjut, dia mengajak mahasiswa untuk aktif dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat sehingga ilmu yang diperoleh dapat memberikan manfaat nyata.
Rano berharap para mahasiswa tidak hanya menyelesaikan studi, tetapi juga siap berkontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan Jakarta.
“Jadilah teladan yang membawa nilai-nilai positif, baik di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat,” ungkap Rano.
Baca juga: DKI bakal cabut KJP Plus dan KJMU penerima yang terlibat kerusuhan
Baca juga: Pergub KJMU perlu direvisi agar jangkau semua kampus
Menurut dia, peningkatan jumlah penerima KJMU menunjukkan semakin terbukanya kesempatan bagi putra-putri Jakarta untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia.
“KJMU bukan sekadar bantuan biaya pendidikan, tetapi langkah strategis untuk menyiapkan generasi muda yang unggul secara akademik, berintegritas, dan memiliki semangat pengabdian,” ujar Rano saat menghadiri Forum Orientasi Penerima Baru KJMU Tahap II Tahun 2025 di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Jumat.
Dia menegaskan KJMU merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan masa depan.
Dia juga menekankan KJMU tidak hanya berfokus pada bantuan finansial, tetapi juga mencakup pembinaan, pendampingan, serta pengembangan diri mahasiswa agar siap menghadapi masa depan.
Baca juga: Pramono ingin KJMU bisa digunakan sampai jenjang S2 dan S3
Dalam kesempatan tersebut, Rano mendorong para penerima KJMU agar menjadi generasi unggul yang berprestasi, berintegritas, dan berdaya saing global.
Dia juga mendorong mahasiswa agar membentuk forum sebagai wadah komunikasi dan kolaborasi, yang diharapkan dapat menumbuhkan kepemimpinan, solidaritas, dan kepedulian sosial.
Lebih lanjut, dia mengajak mahasiswa untuk aktif dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat sehingga ilmu yang diperoleh dapat memberikan manfaat nyata.
Rano berharap para mahasiswa tidak hanya menyelesaikan studi, tetapi juga siap berkontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan Jakarta.
“Jadilah teladan yang membawa nilai-nilai positif, baik di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat,” ungkap Rano.
Baca juga: DKI bakal cabut KJP Plus dan KJMU penerima yang terlibat kerusuhan
Baca juga: Pergub KJMU perlu direvisi agar jangkau semua kampus





