Iran Kembali Menutup Selat Hormuz, Membatasi Jumlah Kapal dan Memungut Biaya Lintas

erabaru.net
22 jam lalu
Cover Berita

Pada Rabu (8 April), setelah gencatan senjata, aktivitas pelayaran di Selat Hormuz sempat sedikit pulih, namun situasi tetap tegang. Saat ini, sekitar lebih dari 800 kapal tanker minyak dan kapal kargo tertahan di Teluk Persia, sementara Iran meminta pembayaran biaya lintas. Garda Revolusi bahkan mengancam bahwa jika Israel terus menyerang Hezbollah, Iran akan keluar dari kesepakatan gencatan senjata. Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga mengusulkan pembentukan perusahaan patungan terkait Selat Hormuz untuk menjamin keamanan jalur tersebut.

EtIndonesia. Setelah gencatan senjata dua minggu antara AS dan Iran mulai berlaku, rekaman udara menunjukkan beberapa kapal mulai berlayar di sepanjang pantai Provinsi Musandam, Oman.

Menurut data dari lembaga pemantau maritim MarineTraffic, sejumlah besar kapal tanker dan kapal kargo pada hari Rabu masih tertahan di Selat Hormuz menunggu izin melintas.

Meskipun telah ada gencatan senjata, akibat serangan udara besar-besaran Israel terhadap Lebanon, Iran kembali menghentikan kapal tanker yang melintas pada  Rabu. Hal ini menyebabkan lebih dari 800 kapal tertahan di Teluk Persia, termasuk 187 kapal tanker yang membawa sekitar 175 juta barel minyak mentah dan produk minyak.

Selain itu, Iran mengusulkan untuk mengenakan biaya sebesar 1 dolar AS per barel minyak bagi kapal yang melintas, serta meminta pembayaran menggunakan mata uang kripto untuk menghindari sanksi. Dalam perkembangan terbaru, Iran menyatakan bahwa jika Israel terus menyerang Lebanon, mereka akan menarik diri dari kesepakatan gencatan senjata dengan Amerika Serikat.

Menurut laporan The Wall Street Journal, Iran telah memberi tahu mediator bahwa di bawah kesepakatan gencatan senjata sementara yang diusulkan AS, Iran berencana membatasi jumlah kapal yang melintasi selat tersebut hanya sekitar belasan kapal per hari, serta mengenakan biaya lintas. Kapal yang ingin melintas juga diwajibkan berkoordinasi dengan Garda Revolusi Iran.

Media AS juga melaporkan bahwa Presiden Trump sedang mempertimbangkan pembentukan “perusahaan patungan” dengan Iran untuk memungut biaya lintas di Selat Hormuz, yang menurutnya dapat menjadi cara untuk menjamin keamanan jalur tersebut.

Situasi masih belum stabil, namun kabar gencatan senjata sebelumnya sempat meredakan kekhawatiran pasar, sehingga harga minyak dunia sempat turun di bawah 100 dolar per barel. Harga minyak mentah AS turun 14,92% menjadi 96,15 dolar, sementara minyak Brent turun 12,99% menjadi 95,08 dolar per barel. (Hui)

Laporan Komprehensif Televisi NTD


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
OTT di Jawa Timur, KPK Amankan 16 Orang Termasuk Bupati Tulungagung
• 10 jam laluokezone.com
thumb
Dubes RI untuk Oman Siap Kawal Kepentingan Indonesia di Selat Hormuz
• 19 jam laluidxchannel.com
thumb
Deretan Saham Penghuni Top Losers Sepekan, Ada CHEM, FILM hingga ATAP
• 1 jam laluidxchannel.com
thumb
Terima Info Buronan Riza Chalid Sembunyi di Negara Ini, Menko Yusril Bicara Soal Ekstradisi
• 11 jam lalujpnn.com
thumb
Rano Karno catat jumlah penerima KJMU terus meningkat
• 22 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.