JAKARTA, KOMPAS.TV- Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia Islah Bahrawi mengaku menyayangkan karena demokrasi di Indonesia betul-betul telah dikerdilkan.
Demikian Islah Bahrawi mengatakan sebagaimana laporan Jurnalis KompasTV, Thifal Solesa Waldi pada Jumat (10/4/2026).
“Saya hanya menyayangkan bahwa demokrasi di negara ini betul-betul telah dikerdilkan,” kata Islah.
Padahal, kata Islah, apa yang disuarakannya demi kebaikan kita bersama dan supaya negara betul-betul bisa melakukan check and balances.
“Itu adalah suara-suara kritis dari kalangan akademisi, termasuk saya kemarin di komunitas hutan kayu. Itu adalah bagian dari upaya menghidupkan kembali check and balances,” tegas Islah.
Baca Juga: Kejagung soal Kapan Riza Chalid Ditangkap: Kita Usahakan Secepat Mungkin
Oleh karena itu, Islah pun menegaskan tidak akan menyikapi berlebihan laporan yang menuding dirinya melakukan penghasutan. Bagi Islah, bersuara kritis di iklim demokrasi memang sudah sepatutnya ditumbuh kembangkan.
“Oleh karena itu ya saya menganggap ini adalah biasa saja saya tidak perlu menyikapi terlalu berlebihan,” ujarnya.
Sebelumnya diberitakan bahwa, Ketua Umum Presidium Kebangsaan 08 H. Kurniawan akan melaporkan Saiful Mujani dan Islah Bahrawi ke Bareskrim Polri pada Jumat, 10 April 2026. Laporan tersebut dilakukan Presidium Kebangsaan 08 karena menilai ada upaya penggulingan kekuasaan Prabowo Subianto.
Selain itu, Polda Metro Jaya juga telah menerima laporan dari Aliansi Masyarakat Jakarta Timur yang diwakili Robina Akbar. Dalam laporan tersebut, Pengamat Politik Saiful Mujani dan Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia Islah Bahrawi diduga telah melakukan penghasutan.
Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- islah bahrawi
- demokrasi
- demokrasi di indonesia
- demokrasi di indonesia dikerdilkan
- islah bahrawi dilaporkan





