Meta Umumkan Muse Spark, Model AI Baru Buatan Tim Superintelligence Labs

kumparan.com
18 jam lalu
Cover Berita

Meta resmi memperkenalkan Muse Spark pada Rabu (8/4) waktu AS. Ini adalah model kecerdasan buatan (AI) pertama yang lahir dari Meta Superintelligence Labs (MSL), divisi khusus yang dibentuk CEO Meta, Mark Zuckerberg, untuk memenangkan perlombaan AI global.

Peluncuran ini langsung disambut positif oleh pasar. Saham Meta dilaporkan melonjak hingga 7 persen tak lama setelah pengumuman tersebut.

Muse Spark diklaim sebagai langkah awal Meta menuju "kecerdasan super personal" (personal superintelligence), sebuah asisten AI yang tidak hanya bisa menjawab pertanyaan, tetapi benar-benar memahami dunia penggunanya karena dibangun berdasarkan konteks kehidupan mereka.

Berbeda dengan model AI pendahulunya yang mengutamakan ukuran raksasa, Muse Spark dirancang lebih kecil, cepat, dan lincah. Meski begitu, Meta mengklaim model ini sangat mumpuni untuk menalar pertanyaan kompleks di bidang sains, matematika, hingga kesehatan.

Salah satu keunggulan utama Muse Spark adalah kemampuan persepsi multimodal. Artinya, AI ini tidak hanya bisa membaca teks, tapi juga "melihat" dan memahami gambar layaknya manusia.

"Potret rak camilan di bandara, dan Meta AI bisa mengidentifikasi serta mengurutkan camilan mana yang punya protein paling banyak, tanpa perlu menyipitkan mata membaca label," tulis Meta dalam rilis resminya.

Karena banyak orang menggunakan AI untuk bertanya seputar kesehatan, Meta juga bekerja sama dengan tim dokter untuk memastikan Muse Spark bisa menjawab keluhan kesehatan pengguna, termasuk membaca gambar atau grafik medis.

Dalam beberapa minggu ke depan, Muse Spark akan menggantikan model Llama yang saat ini digunakan di WhatsApp, Instagram, Facebook, Messenger, hingga kacamata pintar (smart glasses) Ray-Ban Meta.

Bisa berpikir paralel dan punya fitur belanja

Ada satu fitur baru yang disorot, yakni Thinking Mode atau Contemplating Mode. Fitur ini memungkinkan Meta AI meluncurkan beberapa "agen" secara bersamaan untuk memecahkan satu masalah rumit.

Contohnya, jika Anda merencanakan liburan keluarga ke Bali, Satu agen AI akan menyusun rencana perjalanan, lalu agen kedua membandingkan harga hotel, sementara agen ketiga mencari tempat wisata ramah anak. Semuanya dikerjakan paralel secara real-time.

Selain itu, Meta mulai menunjukkan bagaimana mereka akan mendulang cuan dari AI ini lewat integrasi mode belanja (Shopping Mode). Saat pengguna mencari inspirasi gaya pakaian atau dekorasi kamar, Meta AI akan langsung menyodorkan ide dari kreator konten lengkap dengan produk yang bisa langsung dibeli.

Lahirnya Muse Spark adalah momen pertaruhan yang sangat besar bagi Meta. Sebelumnya pada pertengahan 2025, Zuckerberg merombak besar-besaran divisi AI mereka dengan membentuk MSL.

Untuk mengejar ketertinggalan dari Google dan OpenAI, terutama setelah performa Llama 4 yang dinilai kurang memuaskan, CEO Meta tak segan bakar uang. Ia menggelontorkan investasi 14,3 miliar dolar AS (sekitar Rp 233 triliun) ke Scale AI, menarik mantan CEO-nya, Alexandr Wang, untuk memimpin MSL, serta membajak talenta-talenta top dari OpenAI, DeepMind, dan Anthropic dengan gaji fantastis.

Meski canggih, Muse Spark bukannya tanpa celah. Evaluasi independen dari Artificial Analysis menempatkan model ini di peringkat keempat secara global. Muse Spark mampu bersaing ketat dengan OpenAI dan Google dalam pemahaman bahasa dan visual, namun masih sedikit tertinggal dalam hal coding dan penalaran abstrak.

Alexandr Wang, sang komandan MSL, mengakui hal tersebut. Melalui unggahannya di media sosial, ia menyebut bahwa "pasti ada beberapa kekurangan yang akan terus kami perbaiki seiring berjalannya waktu."

Zuckerberg sendiri sejak awal tahun sudah menurunkan ekspektasi pasar, dengan menyebut model pertama dari tim MSL ini sifatnya adalah "fondasi" untuk menunjukkan seberapa cepat laju inovasi Meta. Model generasi berikutnya yang lebih besar saat ini sedang dikembangkan.

Menariknya, kali ini Meta mengubah strateginya. Jika seri Llama sebelumnya selalu dirilis secara open-source (terbuka), Muse Spark saat ini hanya tersedia secara tertutup (private preview) lewat API untuk mitra tertentu. Namun, Meta berjanji akan merilis versi masa depannya secara terbuka.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Scoot Buka Rute Baru ke Belitung dan Pontianak, Tiketnya Mulai Rp 500 Ribuan
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Indonesia dan Rusia Perkuat Kemitraan Strategis Pascaperjanjian FTA Eurasia
• 4 jam lalupantau.com
thumb
Viral Preman Ngamuk Tak Diberi Uang Rp 300 Ribu, Pecahkan Mangkuk Tukang Bubur sampai Berserakan
• 14 jam laluliputan6.com
thumb
Prabowo Sindir Pengusaha Ndableg Lakukan Tambang Ilegal: Dia Menertawakan Indonesia
• 11 jam laluliputan6.com
thumb
WFH ASN Setiap Jumat, Menteri PANRB: Tetap Bekerja 5 Hari Penuh
• 16 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.