Wamenkes: RI Targetkan Mandiri Transplantasi Organ, Tak Perlu Berobat ke LN

kumparan.com
18 jam lalu
Cover Berita

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyebut, pemerintah menargetkan Indonesia mampu mandiri dalam layanan transplantasi organ, sehingga masyarakat tidak perlu lagi berobat ke luar negeri.

Hal itu disampaikan Dante usai meninjau pengembangan transplantasi hati di Rumah Sakit Umum Fatmawati, yang kini menjadi rumah sakit pemerintah ketiga yang melakukan prosedur tersebut.

“Ini memang bukan yang pertama di Indonesia, sudah ada dua rumah sakit milik pemerintah lainnya, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dan Rumah Sakit Sardjito yang sudah melakukan proses transplantasi hepar atau transplantasi hati. Dan Fatmawati ini sebagai kasus yang ketiga,” ujar Dante dalam konferensi pers di RSUP Fatmawati, Jakarta Selatan, Jumat (10/4).

Menurut Dante, pengembangan transplantasi dilakukan melalui kolaborasi internasional, salah satunya dengan Seoul National University Hospital di bawah supervisi Profesor Kwang Woong Lee.

Ia menekankan, kerja sama tersebut bertujuan mempercepat transfer pengetahuan dan keterampilan kepada tenaga medis Indonesia agar mampu melakukan transplantasi secara mandiri.

“Jadi kita harapkan nanti dengan bekerja sama dengan Profesor Lee ada transfer knowledge, ada transfer skill ke dokter-dokter tim transplan hepar di Rumah Sakit Fatmawati ini sehingga ada learning curve yang terus berjalan dan akhirnya bisa mandiri,” ungkap Dante.

Terus Kembangkan Layanan Transplantasi

Dante menambahkan, pemerintah akan terus mengembangkan layanan transplantasi dengan menyiapkan sejumlah kandidat pasien sebagai bagian dari proses pembelajaran tim medis.

“Dan proses transplantasi ini akan kita kembangkan terus, ada beberapa kandidat yang siap nanti untuk dilakukan transplantasi dan kita pilihkan sebagai learning curve. Saya tadi sarankan untuk kasus-kasus yang sederhana dulu yang tidak banyak komplikasi,” jelas Dante.

Selain itu, ia menekankan pentingnya kerja tim multidisiplin dalam setiap prosedur transplantasi, mulai dari dokter bedah hingga spesialis lain yang terlibat dalam perawatan pasien.

“Yang paling penting juga setelah proses setelah dilakukan transplantasi, maka ada tim yang bekerja secara holistik, ada dari dokter bedah yang melakukan transplantasi, ada dokter penyakit dalam, ada dokter radiologi yang melakukan evaluasi, ada dokter jantung, ada dokter anestesi dan sebagainya, timnya sudah lengkap,” katanya.

Disupervisi dokter dari Korsel

Dalam pelaksanaan transplantasi hati di RS Fatmawati, sedikitnya lima dokter bedah digestif terlibat langsung di bawah supervisi Profesor Lee yang telah berpengalaman melakukan ribuan transplantasi di Korea Selatan.

“Beliau sudah melakukan transplantasi sekitar lebih dari 2 ribu transplantasi di Korea. Jadi beliau sudah berpengalaman sekali untuk melakukan transplantasi hepar ini dan kita harapkan proses pembelajaran ini bisa membuat kita lebih mandiri,” katanya.

Direktur Medik dan Keperawatan RS Fatmawati, Muhammad Azhari Taufik, menyampaikan pihaknya telah menyiapkan fasilitas khusus untuk mendukung pengembangan transplantasi organ, termasuk klinik transplantasi.

Ia menegaskan, pengembangan layanan ini bertujuan agar masyarakat Indonesia bisa mendapatkan layanan kesehatan terbaik tanpa harus pergi ke luar negeri.

“Intinya adalah masyarakat Indonesia dapat mendapatkan pelayanan yang paling mutakhir dan tidak perlu ke luar negeri,” kata Azhari.

“Mudah-mudahan Fatmawati bisa berkontribusi untuk mewujudkan cita-cita tersebut,” lanjutnya.

Transplantasi di RI Semakin Baik

Sementara Kwang Woong Lee dari Seoul National University Hospital menilai program transplantasi di Indonesia menunjukkan perkembangan yang signifikan meski jumlah kasus masih terbatas.

“Meskipun jumlahnya masih sangat sedikit, baru tiga kasus, saya sangat senang melihat banyak perkembangan dalam kunjungan ini,” ujarnya.

Ia juga menilai, Indonesia telah menyelesaikan tahap dasar dalam pengembangan transplantasi dan siap melangkah ke tahap lebih lanjut.

“Saya dapat menyimpulkan bahwa Fatmawati sekarang telah menyelesaikan tahap pelatihan dasar. Sekarang saatnya belajar dari kasus dan meningkatkan ke teknologi yang lebih maju,” jelas dia.

Lee menambahkan, kolaborasi ini menjadi istimewa karena diinisiasi langsung oleh pemerintah Indonesia.

“Namun, pemerintah Indonesia yang memulai proyek ini. Itu sebabnya saya sangat senang,” tutur dia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Intip Kekayaan dan Karier Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo: Harta Rp20,3 Miliar, Punya 17 Kendaraan hingga Tanah Laut
• 2 jam laluharianfajar
thumb
Kejuaraan Asia: Tertikung di Poin Kritis, Jonatan Christie Ditekuk Wakil India
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
KPK: Kadis Henri Lincold Diduga Terima Uang Kasus Ijon Proyek di Bekasi
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Polres Karawang Tangkap Mantan Karyawan Pencuri Motor di Pabrik
• 6 jam lalurepublika.co.id
thumb
Harga Komoditas: Minyak Mentah Brent Naik 1,2 Persen, WTI 3,7 Persen
• 23 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.