Cita-cita Astra untuk memberikan dampak nyata kepada Indonesia terlihat dari program Semangat Astra Terpadu untuk Indonesia atau SATU Indonesia Awards. Setelah melahirkan 792 pemuda inspiratif dalam penyelenggaraannya pada tahun-tahun sebelumnya, Astra kembali mencari semangat dan inisiatif para anak muda yang siap berkontribusi lebih luas kepada masyarakat pada penyelenggaraan ke-17 ini.
Astra resmi membuka program 17th SATU Indonesia Awards 2026 pada Rabu (1/4/2026) dengan tema ”Terhubung dalam Aksi”. Astra percaya bahwa ketika aksi saling tertuju, dampaknya menjadi lebih kuat, dan SATU Indonesia Awards dapat menjadi ruang yang menghubungkan aksi dan kontribusi tersebut hingga akhirnya menggerakkan perubahan dan mengembangkan masyarakat yang lebih sejahtera dari kota hingga desa.
Tahun ini, Astra juga menggabungkan penyelenggaraan SATU Indonesia Awards dengan program unggulan lain, yaitu Desa Sejahtera Astra. Harapannya, dengan kolaborasi program ini, para penerima apresiasi SATU Indonesia Awards nantinya dapat berperan sebagai local champions dan dampak sosial yang diberikan juga akan lebih luas dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, SATU Indonesia Awards akan mengapresiasi ide-ide yang datang dalam bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, kewirausahaan, dan teknologi. Dengan kelima bidang ini, Astra berupaya mendukung tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia.
Salah satu juri SATU Indonesia Awards 2026, Nila Moeloek, melihat program ini merupakan optimisme yang sangat kuat untuk generasi penerus bangsa yang ingin membawa perubahan nyata bagi banyak orang.
”Kepedulian terhadap sesama adalah fondasi dari perubahan. Jadi, suatu empati harus diwujudkan dalam satu tindakan nyata. Kalau hanya empati, kita akan berhenti saja, tidak ada suatu tindakan nyata,” kata Nila pada AstraTalks Kick-Off 17th SATU Indonesia Awards 2026, Rabu (1/4/2026), di Menara Astra, Jakarta.
Hal yang serupa disampaikan oleh Head of Brand Communications Astra Yudha Prasetya. ”SATU Indonesia Awards ini hadir untuk menjadi wadah bagi anak-anak muda yang memiliki program-program luar biasa untuk saling berkolaborasi, bertukar pikiran, dan juga men-scan up lagi pendapat yang mereka miliki. Dan pastinya juga anak-anak muda ini ke depannya bisa menjadi role model bagi anak-anak muda lainnya,” ungkap Yudha.
Penerima Apresiasi SATU Indonesia Awards tahun 2013 sekaligus fasilitator Desa Sejahtera Astra Mekanira, Purbalingga, Jawa Tengah, Rizki Dwi Rahmawan, memberikan testimoninya. Baginya, dorongan dan gairah itu tidak bisa hanya berupa modal menggebu-gebu, tetapi juga harus bisa berjejaring dan memastikan semua yang dikerjakan itu dapat terarah, salah satunya dengan memanfaatkan program SATU Indonesia ini.
”Dengan komunitasnya, dengan awarding-nya, dengan fasilitasnya, menurut saya, adalah pilihan yang sangat pantas untuk diupayakan supaya gairah kita terarah. Jadi, kita bisa memberikan sesuatu yang memang bisa dirasakan manfaatnya oleh banyak orang,” ucap Rizki.
Untuk mendukung program ini, Astra mengumpulkan orang-orang terbaik untuk menjadi juri 17th SATU Indonesia Awards 2026. Mereka adalah:
- Nila Moeloek (dosen Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia)
- Fasli Jalal (Rektor Universitas Yarsi dan Guru Besar Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta)
- Tri Mumpuni (pendiri Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan)
- Onno W Purbo (pakar teknologi informasi)
- Arif Zulkifli (Direktur Utama PT Tempo Inti Media Tbk)
- Dian Sastrowardoyo (pegiat seni dan pendiri Yayasan Dian Sastrowardoyo)
- Billy Boen (pendiri Young on Top)
- Raline Shah (Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital)
- Diah Suran Febrianti (Head of Environment & Social Responsibility Astra)
- Windy Riswantyo (Head of Corporate Communications Astra)
Ide besar tentu akan diapresiasi dengan baik. Astra menjanjikan dana pembinaan Rp 65 juta untuk setiap penerima apresiasi SATU Indonesia Awards. Selain itu, ada juga mentoring khusus dari Astra dan setiap inisiatif akan diintegrasikan dengan Desa Sejahtera Astra. Oleh karena itu, ide yang juga memberi perubahan untuk wilayah perdesaan kemungkinan akan diberi kredit lebih besar dalam program ini.
Pendaftaran dibuka pada tanggal 1 April-1 Agustus 2026. Dian Sastrowardoyo dalam kalimat penyemangatnya mengatakan, ”Langkah-langkah ini memang kecil awalnya, tapi kemudian ini bisa tumbuh menjadi sesuatu yang sangat signifikan dan bahkan bisa menginspirasi orang lebih banyak lagi.” Mari berkontribusi besar untuk membangun Indonesia yang lebih baik lagi.
Catatan: Artikel ini disusun oleh peserta program magang Harian Kompas, yakni Vindy Therecia, mahasiswa Program Studi Jurnalistik Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran di Bandung, Jawa Barat.





