Dorong Revolusi Kendaraan Listrik, Moeldoko Buktikan Iritnya Penggunaan EV

grid.id
2 hari lalu
Cover Berita

Grid.ID - Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo), Moeldoko, terus mendorong percepatan revolusi kendaraan listrik (electric vehicle/EV). Tak hanya lewat kebijakan dan organisasi, ia juga menunjukkan langsung manfaat nyata dari penggunaan EV, terutama dari sisi efisiensi biaya.

Menurut Moeldoko, Indonesia tidak boleh menutup diri dalam pengembangan kendaraan listrik. Ia menekankan pentingnya membuka ruang kolaborasi dan belajar dari berbagai negara yang lebih dulu maju dalam industri EV.

“kita gak boleh menutup diri, kita harus selalu mendapatkan masukan dari berbagai negara, khususnya yang di sektor EV itu,” ujar Moeldoko dalam Fokus Grup Diskusi di Menara Kompas, Rabu (8/4/2026).

Sejak 2016, Moeldoko terlibat langsung dalam bisnis kendaraan listrik. Jenderal TNI Purnawirawan ini merasakan banyak manfaat dari segi ekonomi hingga lingkungan. 

Dalam pandangannya, kendaraan listrik terbagi menjadi dua segmen utama, yakni passenger dan komersial. Sektor komersial menunjukkan pergerakan yang lebih agresif dalam adopsi teknologi EV.

Ia mencontohkan sektor pertambangan yang mulai beralih ke kendaraan listrik, termasuk penggunaan truk EV berukuran besar. Pergeseran ini didorong oleh berbagai kendala operasional yang selama ini dihadapi kendaraan berbahan bakar solar.

"Solar itu di daerah cukup sulit dicari. Yang kedua harganya mahal. Yang ketiga, kualitasnya biasanya kurang baik. Sehingga ini mempengaruhi maintenance mobil itu. Sehingga, mereka sekarang ini pindah ke mobil EV trucks," paparnya.

Kondisi tersebut membuat pelaku industri tambang mulai beralih ke kendaraan listrik yang dinilai lebih efisien dan stabil dalam jangka panjang. Hal serupa juga mulai terlihat di sektor logistik.

Perusahaan logistik dengan mobilitas tinggi kini mulai mempertimbangkan EV sebagai solusi operasional. Dengan harga bahan bakar minyak yang terus meningkat, kendaraan listrik menjadi alternatif yang lebih ekonomis.

Namun di luar sektor industri, Moeldoko menilai masih banyak masyarakat yang belum menyadari manfaat langsung penggunaan kendaraan listrik dalam kehidupan sehari-hari.

Ia pun membagikan pengalaman sederhana yang menunjukkan besarnya potensi penghematan. Menurutnya, biaya operasional kendaraan berbahan bakar bensin bisa mencapai sekitar Rp6 juta per bulan.

 

Sementara itu, dengan menggunakan kendaraan listrik, biaya tersebut dapat ditekan hingga sekitar Rp800 ribu per bulan. Artinya, ada penghematan lebih dari Rp5 juta yang bisa dirasakan langsung oleh pengguna.

“bayangkan itu, 5 juta 200 saya bakar begitu saja,” kata Moeldoko menggambarkan besarnya pengeluaran yang bisa dihemat.

Revolusi kendaraan listrik harus dilihat dari manfaat konkret yang bisa dirasakan masyarakat. Dengan biaya yang lebih hemat dan operasional yang lebih efisien, EV dinilai menjadi solusi masa depan yang semakin relevan.

Hal ini juga selaras dengan target pemerintah dalam menurunkan emisi hingga 31% di tahun 2030. Pemerintah telah menyusun peta jalan untuk mengurangi emisi di sektor transportasi. Peta jalan ini mencakup empat subsektor utama, yaitu transportasi darat, udara, laut, dan perkeretaapian. (*)

 

 

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polisi Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Inara Rusli setelah Tak Hadir karena Sakit
• 8 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Cegah Penularan Campak, Kemenkes Mulai Imunisasi MR Nakes
• 18 jam laludisway.id
thumb
Bidik Sejuta Konsumen, Jaecoo Pacu Penetrasi SUV Listrik di Pasar Domestik
• 23 jam lalubisnis.com
thumb
Israel Serang Gaza, 7 Orang Dilaporkan Tewas
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Polres Muba Ungkap 5 Kasus Illegal Drilling Sepanjang 2026
• 19 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.