Pramono Anung Targetkan Pengerukan Kanal Banjir Barat Tuntas Setahun, Proyek Tak Boleh Gagal

tvonenews.com
19 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, turun langsung meninjau pengerukan Kanal Banjir Barat di segmen strategis Pintu Air Manggarai hingga Jalan Kyai Tapa (Roxy), Tanah Abang, Jumat (10/4/2026),

Dia menegaskan proyek ini sebagai prioritas yang tak boleh meleset dari target.

Di titik pertemuan dua aliran utama, yakni Sungai Ciliwung dan Kali Krukut, pengerukan dinilai krusial untuk memulihkan kapasitas aliran air yang selama ini terhambat sedimentasi.

“Kami hari ini berada di lokasi yang sangat strategis untuk mengatasi salah satu persoalan banjir di Jakarta. Di sinilah pertemuan Sungai Ciliwung dan Kali Krukut, yang sudah cukup lama tidak dikeruk. Kami akan berkonsentrasi selama satu tahun untuk pengerukan di Kanal Banjir Barat ini, yang merupakan hilir dari Kali Ciliwung dan Kali Krukut,” ujarnya.

Secara teknis, proyek ini mencakup kanal dengan lebar bervariasi antara 30 hingga 100 meter dan total target pengerukan mencapai 179.269 meter kubik. Pekerjaan dibagi dalam tiga segmen utama, dengan fokus saat ini berada di segmen terpanjang dari Pintu Air Karet hingga Jalan Kyai Tapa sepanjang 3.850 meter.

Di lapangan, pengerjaan telah berjalan meski masih tahap awal. Tercatat hingga Kamis (9/4/2026), progres baru menyentuh 1.609 meter kubik dari target sekitar 165.381 meter kubik pada segmen tersebut. Pengerukan melibatkan enam alat berat—empat ekskavator amfibi dan dua ekskavator long arm—serta 30 truk pengangkut material.

Pramono menegaskan, proyek ini berada dalam pengawasan ketat dan tidak boleh mengalami keterlambatan sedikit pun. Ia bahkan telah menginstruksikan langsung jajaran terkait untuk memastikan eksekusi berjalan sesuai rencana.

“Proyek ini tidak boleh gagal dan tidak boleh mundur. Ini menjadi prioritas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta,” tegasnya.

Langkah pengerukan ini bukan sekadar pekerjaan teknis, melainkan bagian dari strategi besar pengendalian banjir Jakarta. Dengan mengangkat endapan lumpur dan sampah, kapasitas tampung kanal diharapkan meningkat, sekaligus mempercepat aliran air menuju laut.

Wilayah-wilayah rawan genangan seperti Setiabudi, Tanah Abang, Menteng, Gambir, Palmerah hingga Grogol Petamburan menjadi target utama pengurangan risiko banjir dari proyek ini.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kejagung Pamerkan Gunungan Rp 11 Triliun Hasil Penyelamatan Uang Negara
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Baznas Salurkan Layanan Kesehatan Gratis untuk 1.161 Warga Gaza di Tengah Krisis Berkepanjangan
• 19 jam lalupantau.com
thumb
Malaysia bidik jadi negara AI tahun 2030
• 9 jam laluantaranews.com
thumb
Perdana Kebijakan WFH, Volume Kendaraan di Kota Medan Turun 20 Persen
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Perdana WFH ASN Tiap Jumat, Begini Suasana Kantor Mensesneg dan Seskab Teddy
• 22 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.