Bisnis.com, MEDAN - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan serangga penyerbuk asal Tanzania yang akan dilepas bertahap ke perkebunan sawit di Indonesia sebagai upaya meningkatkan produktivitas kebun sawit telah melalui serangkaian tahapan ilmiah.
Direktur Perbenihan Perkebunan Direktorat Jenderal Perkebunan (Dirjenbun) Kementerian Pertanian (Kementan) Ebi Rulianti mengatakan Kementan ikut serta mengawal dan mempersiapkan kedatangan polinator sawit dari daerah asal sawit ini, serta memastikan keamanan pelepasannya di Indonesia.
Hal ini disampaikan Ebi dalam agenda Pelepasan Serangga Penyerbuk asal Tanzania di Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Marihat Kab. Simalungun, Kamis (9/4/2026).
"Kami Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian menegaskan bahwa seluruh proses yang kita lakukan hari ini sudah melalui tahapan ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan," kata Ebi, dikutip Jumat (10/4/2026).
Dia juga menyebut introduksi spesies serangga ini telah melalui proses regulasi yang sangat ketat serta pengujian karantina yang komprehensif yang melibatkan berbagai kementerian dan lembaga.
Dikatakan Ebi, kedatangan polinator sawit dari daerah asalnya, Afrika, ini telah dinantikan sejak lama terutama oleh pengusaha kelapa sawit. Apalagi di tengah penurunan produksi sawit Indonesia meski merupakan salah satu negara produsen sawit terbesar dunia. Penyebabnya yakni produktivitas yang terus turun.
Dia menjelaskan pemerintah maupun pengusaha dan petani telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan produktivitas kebun komoditas strategis Indonesia ini. Termasuk mendatangkan asisten polinasi untuk membantu penyerbukan sawit, meski berbiaya tinggi. Namun, hasilnya belum sesuai yang diharapkan.
Keberadaan serangga alami dari spesies Elaeidobius inipun disebutnya akan membantu menghemat biaya dalam proses penyerbukan kelapa sawit.
"Hasil dari seluruh pengujian menunjukkan bahwa spesies yang diintroduksi memiliki tingkat keamanan yang tinggi, bersifat spesifik terhadap kelapa sawit, tidak membawa patogen karantina, tidak menunjukkan sifat invasif. Hal ini menjadi dasar kuat bahwa langkah yang kita ambil ini adalah kebijakan yang berbasis sains, terukur, dan tetap menjunjung tinggi prinsip kehati-hatian," jelasnya.
Ketua Umum Gapki Eddy Martono mengatakan pada tahap awal ini ketiga spesies serangga penyerbuk tersebut yakni Elaeidobius kamerunicus, Elaeidobius subvittatus, dan Elaeidobius plagiatus akan dilepas di kebun-kebun sawit anggota Gapki.
Di Sumatra Utara, ada 23 perusahaan yang akan melepas serangga penyerbuk tersebut di kebun sawit mereka, antara lain Asian Agri, PT Socfin Indonesia, PT Perkebunan Nusantara III, dan PT PP London Sumatra.
Dia pun menyebut keberadaan serangga penyerbuk ini dapat meningkatkan produksi TBS hingga 15%.
"Dengan kedatangan spesies-spesies dari daerah asal kelapa sawit ini diharapkan produksi TBS akan dapat meningkat 10-15%," ujar Eddy.
Kementan RI juga mengatakan akan melakukan monitoring secara berkelanjutan terhadap spesies pasca pelepasan. Hal ini untuk melihat kemungkinan perubahan perilaku spesies pada ekosistem di lapangan yang lebih luas dibandingkan dengan saat berada di laboratorium.





