Bisnis.com, MAJALENGKA- Aktivitas di Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati (BIJB) di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat dipastikan akan kembali menggeliat pada akhir April 2026.
Bandara tersebut kembali akan melayani pemberangkatan dan pemulangan calon jemaah haji (CJH) dengan total sekitar 17.700 orang.
Executive General Manager BIJB, Nuril Huda, menyampaikan operasional haji akan dimulai pada 22 April hingga 30 Juni 2026. “Bandara Kertajati mendapatkan amanah untuk melayani 40 kelompok terbang atau sekitar 17.700 jemaah.
Pemberangkatan dimulai 22 April sampai 20 Mei, sementara kedatangan awal Juni hingga 30 Juni,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).
Nuril menyebutkan, penerbangan pertama akan membawa 441 jemaah asal Indramayu ditambah empat petugas pada 22 April pukul 09.15. Selanjutnya, kloter berikutnya berasal dari Kota Bandung dan Kabupaten Bekasi.
Dalam beberapa hari tertentu, jadwal penerbangan bahkan mencapai dua hingga tiga kloter per hari dengan selang waktu sekitar 30 menit.
"Dengan skema tersebut, aktivitas di landasan pacu Kertajati diperkirakan berlangsung intens selama lebih dari dua bulan. Jika dihitung dengan fase kepulangan jemaah, pergerakan pesawat di bandara ini akan meningkat hingga akhir Juni 2026," tuturnya.
Menurutnya, seluruh proses keberangkatan jemaah tidak dilakukan di bandara, melainkan dipusatkan di Asrama Haji Indramayu. Di lokasi tersebut, jemaah menjalani pemeriksaan dokumen, keamanan, serta prosedur imigrasi sebelum diberangkatkan ke bandara.
“Setelah dari asrama, jemaah langsung naik bus dan disegel imigrasi. Jadi ketika tiba di bandara, mereka tidak melalui proses pemeriksaan lagi, tinggal menunggu dan langsung menuju pesawat,” kata Nuril.
Selama penyelenggaraan hal tersebut, BIJB juga menyiapkan fasilitas tambahan untuk mendukung kelancaran layanan, terutama bagi jemaah lanjut usia. Salah satunya berupa ambulif, yakni kendaraan dengan lift yang dapat mengantar penumpang langsung ke pintu pesawat. Fasilitas ini melengkapi layanan kursi roda yang sebelumnya sudah tersedia.
Saat ini, lanjut Nuril, aktivitas penerbangan reguler di BIJB masih terbatas. Hingga saat ini, satu-satunya rute internasional yang berjalan adalah penerbangan Kertajati–Singapura yang dilayani maskapai Scoot sebanyak dua kali dalam sepekan. Tingkat keterisian penumpang pada rute ini dilaporkan mencapai rata-rata 80%.
“Izin rute untuk musim penerbangan saat ini sudah diperpanjang hingga Oktober 2026,” ujar Nuril.
Sementara itu, upaya membuka rute domestik masih terus dilakukan. Pihak pengelola bandara mengakui tantangan berasal dari kondisi industri penerbangan global, termasuk kenaikan harga bahan bakar avtur yang berdampak pada pengurangan frekuensi penerbangan di sejumlah bandara besar seperti Bandara Soekarno-Hatta.
“Pendekatan ke maskapai terus kami lakukan. Kami juga meminta dukungan pemerintah agar rute domestik bisa terbuka,” kata dia.
Selain itu, terdapat rencana pengembangan penerbangan umrah dari Kertajati yang ditargetkan mulai berjalan setelah musim haji, sekitar Juli 2026.
Rencana tersebut mengacu pada nota kesepahaman yang telah ditandatangani dalam kegiatan travel fair sebelumnya, meski pelaksanaannya masih menunggu realisasi.





