Pemerintah Wacanakan Berangkat Haji Tanpa Antre, Siapa Cepat Dia Dapat

suarasurabaya.net
7 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah tengah mengkaji kemungkinan penerapan model yang lebih fleksibel, menyerupai sistem pembelian tiket langsung atau perebutan tiket sesuai kuota yang diberikan Arab Saudi.

“Jadi kita dikasih kuota oleh Arab Saudi 200 ribu. Nah kemudian itu kita tetapkan harganya berapa. Kemudian nanti nggak perlu ngantre. Jadi masing-masing langsung pesan siapa yang dapat, itu yang berangkat,” kata Dahnil Anzar Simanjuntak Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) di Jakarta, Kamis (9/4/2026) seperti dikutip Antara.

Meski demikian, pemerintah tetap memprioritaskan perlindungan bagi jemaah yang telah lebih dahulu masuk dalam daftar tunggu.

“Kami sedang memikirkan pola itu. Namun tentu juga kami harus pastikan yang selama ini sudah ngantre. Kan, ada yang ngantre sekarang mau naik haji itu 5,7 juta orang. Nah bagaimana perlindungan terhadap mereka?” kata Dahnil.

“Nah ini kami akan terus godok. Nanti mungkin akan saya jelaskan keterangannya, modelnya seperti apa. Tapi ini bukan keputusan, ini sedang kita godok terus-menerus supaya keinginan presiden Haji tidak ngantre itu bisa terwujud,” tambahnya.

Perlu diketahui, usulan ini muncul di saat pemerintah sedang mengkaji skema penyelenggaraan ibadah haji tanpa antrean, dengan tetap memastikan perlindungan bagi jutaan calon haji yang telah lama menunggu.

Kata Dahnil, wacana tersebut saat ini masih dalam tahap pembahasan dan belum menjadi keputusan.

“Sekarang Presiden berkeinginan supaya dipikirkan bagaimana caranya haji tidak ngantre. Jadi, haji yang tidak ngantre. Nah itu yang sedang kami formulasikan,” ujar Dahnil

Ia menjelaskan antrean panjang haji di Indonesia tidak terlepas dari pengelolaan keuangan haji yang membuat jumlah pendaftar terus meningkat, sementara kuotanya terbatas. “Semakin banyak itu (pendaftar) semakin lama ngantre,” ujar Dahnil.

Sebagai perbandingan, Dahnil menyebut sejumlah negara memiliki pola berbeda dalam pengelolaan haji. Di Malaysia, antrean panjang terjadi melalui sistem tabung haji, sementara di beberapa negara lain seperti India, kata dia, skema antrean tidak sepanjang di Indonesia.(ant/iss)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Trafik Telkomsel di Jabar Melesat saat Musim Mudik, Layanan Data Tembus 5,82 Petabyte
• 11 jam lalubisnis.com
thumb
Kecam Israel, Rusia Desak Lebanon Jadi Bagian Gencatan Senjata AS-Iran
• 21 jam laludetik.com
thumb
Tak Terima Ditegur Usai Ngintip Ipar Mandi, Pria di Jaktim Bacok Kakak
• 20 jam laludetik.com
thumb
Indonesia Kecam Keras Serangan Israel ke Sejumlah Wilayah Lebanon
• 15 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Impor Plastik Jatim Tembus US$1,43 Miliar, Disperindag Dorong Efisiensi Industri
• 5 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.