JAKARTA, DISWAY.ID - Gencatan senjata yang diharapkan menjadi jalan keluar konflik justru dinilai hanya ilusi.
Di tengah upaya diplomasi yang berlangsung, Israel malah memperbesar operasi militernya di Lebanon, memperlihatkan bahwa ketegangan di kawasan belum mereda.
Minimnya kepercayaan antara pihak-pihak yang bertikai, ditambah perbedaan tuntutan yang tajam antara Amerika Serikat dan Iran, membuat peluang perdamaian jangka panjang semakin tipis.
Alih-alih meredakan situasi, langkah-langkah di lapangan justru mengarah pada eskalasi baru yang berpotensi memperpanjang konflik.
BACA JUGA:Israel Cuma Butuh Waktu 10 Menit Gempur Lebanon, Bayi 11 Bulan Luka di Kepala dan Dioperasi
Laporan BBC menyebutkan, Presiden AS Donald Trump sudah berbicara tentang perang ini seolah-olah telah berlalu.
Ia menyatakan kemenangan dan membutuhkan jalan keluar.
Selain memiliki jadwal kunjungan kenegaraan dari Raja Charles akhir bulan ini, diikuti dengan pertemuan puncak dengan Presiden China Xi Jinping pada bulan Mei, ada juga pemilu paruh waktu pada bulan November.
Dengan musim liburan musim panas Amerika yang semakin dekat, Trump juga membutuhkan harga bensin turun kembali ke tingkat sebelum perang dimulai.
BACA JUGA:Serangan Israel ke Lebanon Makin Brutal, Inggris Tak Tinggal Diam!
Kunjungan kerajaan, pertemuan puncak, dan pemilu tidak cocok berjalan bersamaan dengan perang.
Rezim Iran memiliki alasan sendiri untuk mengakhiri perang. Mereka tetap bersikap menantang, masih mampu meluncurkan rudal dan drone, dengan para “pejuang” media sosialnya membanjiri internet dengan video AI yang mengejek Donald Trump.
Namun Iran telah mengalami kerusakan besar. Kota-kotanya mengalami stagnasi ekonomi, dan rezim membutuhkan waktu untuk berkumpul kembali serta akan mencoba menggunakan pembicaraan di Pakistan untuk memperkuat posisinya.
Para perantara Pakistan yang akan bolak-balik antara kedua delegasi menghadapi tugas yang sangat berat. Posisi resmi kedua pihak sangat bertolak belakang.
BACA JUGA:Siswa Sekolah Rakyat Doa Lintas Agama untuk Prajurit TNI Gugur di Lebanon
- 1
- 2
- »





