Kemenkes soal Bayi Nyaris Dibawa Orang di RSHS: Sudah Diselesaikan, Murni Khilaf

kumparan.com
15 jam lalu
Cover Berita

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) merespons soal insiden bayi yang nyaris dibawa orang tak dikenal di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Kasus yang viral di media sosial itu telah diselesaikan secara kekeluargaan.

"Sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Kasusnya aman dan bayinya sudah kembali ke orang tuanya," kata Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono di RSUP Fatmawati, Jakarta Selatan, Jumat (10/4).

RS Hasan Sadikin Datangi Keluarga, Sampaikan Maaf

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman mengungkapkan, tim RSHS telah mendatangi rumah keluarga pasien, Nina Saleha, untuk menyampaikan permohonan maaf.

"Kami sudah sampaikan permohonan maaf dan juga ucapkan selamat atas kelahirannya. Dari keluarga pun menyampaikan permohonan maaf karena kasus ini menjadi viral di media sosial. Memang ada sedikit kesalahpahaman di lapangan," ungkap Aji.

Ia memastikan insiden ini akan menjadi bahan evaluasi menyeluruh — bukan hanya di RSHS, tetapi di seluruh rumah sakit di Indonesia.

"Kita harus pastikan prosedur pelayanan dijalankan dengan benar supaya kasus seperti ini tidak terulang lagi," tegasnya.

Bayi Dititipkan, Lalu Diserahkan ke Orang Lain

Aji menjelaskan, insiden ini bermula dari miskomunikasi di lapangan. Keluarga pasien sempat menitipkan bayi kepada tenaga kesehatan saat hendak mengurus administrasi kepulangan — di luar prosedur resmi rumah sakit.

"Tenaga kesehatan di situ tugasnya tidak hanya menangani bayi secara khusus. Pekerjaannya pun jadi terganggu dengan adanya titipan tersebut," jelasnya.

Saat ibu kembali untuk mengambil bayinya, terjadi kekeliruan yang berujung pada insiden viral tersebut.

"Secara tidak sengaja, bayi itu dititipkan ke orang lain. Tidak ada maksud kejahatan — ini murni kekhilafan perawat di sana," ujar Aji.

Meski demikian, Kemenkes menegaskan ke depannya pasien tidak boleh sembarangan menitipkan bayi di luar mekanisme resmi rumah sakit.

Kisah Nina: Firasat Tak Enak yang Selamatkan Bayinya

Insiden ini pertama kali diungkap Nina Saleha, ibu bayi yang baru lahir dan dirawat di RSHS Bandung karena penyakit kuning, Rabu (8/4).

Nina menceritakan, saat menunggu pemeriksaan dokter anak yang tak kunjung datang, ia sempat berbincang singkat dengan seorang perempuan yang berada di lokasi yang sama. Perempuan itu mengaku hendak pulang sebagai keluarga pasien lain.

Nina sempat turun bersama suaminya untuk makan. Namun firasat buruk membuatnya segera kembali ke ruangan.

"Pas saya kembali ke atas, ternyata anak saya sudah dipegang oleh perempuan itu. Saya tanya, 'Teh, pulang?' Dia bilang iya. Pas saya perhatikan baju, selimut, dan wajahnya — itu anak saya," kata Nina.

Ia langsung mempertanyakan situasi tersebut dan mendapati gelang identitas bayinya sudah tidak ada.

"Pas dilihat, gelang namanya sudah tidak ada. Katanya gelangnya sudah digunting oleh suster," ungkapnya.

Nina langsung berteriak meminta bantuan. Saat suaminya datang dan suasana memanas, perawat hanya menyampaikan permintaan maaf.

"Susternya bilang, 'Maaf Bu, tadi saya panggil-panggil nama Ibu Nina Saleha tidak ada, jadi saya serahkan.' Lah, kenapa bisa? Kok bisa dikasihkan?" kata Nina dengan nada heran.

Nina menegaskan ia sama sekali tidak mengenal perempuan yang sempat membawa bayinya itu.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Penetapan Kapus Definitif di Makassar, Hasil Seleksi Segera Diumumkan
• 11 jam laluharianfajar
thumb
Analis Politik Anggap Komunikasi Istana Membaik, Singgung Peran Seskab
• 2 jam lalujpnn.com
thumb
Silvio Baldini Ditunjuk Jadi Pelatih Interim Italia usai Azzuri Gagal ke Piala Dunia 2026
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Pemda DIY Terapkan WFH Tiap Rabu: Jumat Ada Car Free Day
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
5 Berita Terpopuler: Guru PPPK Curhat di Senayan, yang Kerja 6 Bulan Berpeluang jadi PNS, Alhamdulillah
• 1 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.