FAJAR, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar kini tengah memasuki tahap akhir penetapan Kepala Puskesmas (Kapus) definitif setelah seluruh rangkaian seleksi rampung dilaksanakan.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memastikan bahwa proses seleksi saat ini masih berjalan pada tahap penilaian akhir sebelum pengukuhan dilakukan.
“Jadi, lagi prosesnya sudah berjalan, kami tinggal menunggu hasilnya. Setelah itu kita scoring, melihat posisinya untuk kita tempatkan dan kita kukuhkan,” ujarnya.
Munafri juga mengisyaratkan bahwa pengangkatan Kepala Puskesmas kemungkinan akan dilakukan lebih dulu sebelum pelantikan Kepala Sekolah.
“Sepertinya Kapus dulu baru Kepsek,” katanya.
Ia menegaskan bahwa seluruh kandidat yang akan dilantik merupakan peserta yang telah melalui tahapan seleksi ketat, termasuk wawancara dan uji kompetensi, dengan penilaian berbasis akumulasi nilai.
“Orang yang tentu di dalam tahapan seleksinya mulai dari wawancaranya, tes uji kompetensinya dan itu akan diakumulasi menjadi angka rata-rata yang bisa kita tempatkan,” ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Makassar, Andi Zulkifly Nanda, menyebut bahwa kebijakan ini merupakan arahan langsung Wali Kota guna memperkuat sektor layanan kesehatan dengan menghadirkan pejabat definitif di setiap Puskesmas.
Selama ini, banyak posisi Kepala Puskesmas masih diisi oleh pelaksana tugas (Plt), yang dinilai belum optimal dari sisi kewenangan dan pertanggungjawaban.
“Beliau ingin semua Kepala Puskesmas didefinitifkan agar pertanggungjawabannya jelas, kewenangannya jelas, dan pejabat yang menjabat benar-benar bisa bekerja secara serius,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, Pemkot telah melaksanakan tes wawancara dan uji kompetensi bagi ASN calon Kepala Puskesmas. Hasil dari seluruh tahapan ini akan menjadi dasar penilaian akhir dalam penentuan jabatan.
Materi seleksi mencakup berbagai aspek penting, mulai dari perencanaan Puskesmas berbasis BLUD, kemampuan menyerap aspirasi masyarakat, pelaksanaan program prioritas seperti penanganan stunting, hingga integritas, manajerial, dan inovasi.
“Kami ingin melihat bagaimana mereka menyusun perencanaan, menjemput aspirasi masyarakat, menjalankan program prioritas, hingga aspek integritas, manajerial, dan inovasi,” jelasnya.
Saat ini, hasil seleksi masih dalam tahap penghitungan nilai dan akan segera dirapatkan bersama BKPSDMD dan Dinas Kesehatan untuk menentukan hasil akhir.
“Baru saja selesai kemarin, jadi masih sementara proses penghitungan nilai. Kami targetkan paling satu minggu ini sudah selesai dan akan kami rapatkan bersama,” katanya.
Ia menambahkan, Wali Kota membuka peluang bagi siapa saja yang memenuhi kriteria dan berada pada peringkat terbaik untuk didefinitifkan.
“Yang penting masuk dalam ranking dan memenuhi penilaian yang baik, itu bisa saja didefinitifkan,” terangnya. (*)





