Investasi Kripto Butuh Pemahaman Mendalam, Jangan Hanya FOMO

republika.co.id
12 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Minat generasi muda terhadap aset kripto terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini mendorong perlunya penguatan literasi agar pertumbuhan investasi tidak hanya didorong tren, tetapi juga pemahaman risiko.

Bursa kripto CFX bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar edukasi aset kripto kepada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia di Depok, Kamis (9/4/2026), sebagai upaya memperkuat pemahaman tersebut.

Baca Juga
  • Investor Kripto Tembus 21 Juta, Saingi Pasar Modal di Indonesia
  • Industri Kripto Sumbang Rp 1,96 Triliun ke Negara, Investor Tembus 21 Juta
  • Transaksi Kripto RI Naik Turun dalam 5 Tahun, Dipengaruhi Geopolitik

Berdasarkan kajian LPEM FEB UI pada 2025, mayoritas pemilik aset keuangan digital berasal dari kelompok usia di bawah 35 tahun. Kondisi ini menempatkan generasi muda sebagai pendorong utama pertumbuhan ekosistem keuangan digital nasional.

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto OJK Adi Budiarso mengatakan, literasi menjadi fondasi utama dalam pengembangan industri.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

“Tugas utama kita semua disini sebagai regulator, pelaku usaha dan akademisi bukan hanya soal mempercepat laju adopsi, tetapi memastikan bahwa konsumen tidak hanya “ikut tren” atau terbawa FOMO, serta memperoleh perlindungan yang memadai,” ujar Adi.

Direktur Utama CFX Subani mengatakan edukasi diperlukan untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan industri dan perlindungan konsumen.

“Bursa Kripto CFX menyelenggarakan CFX Connect sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan literasi terkait aset kripto ke mahasiswa, untuk mengawal pertumbuhan industri aset kripto di Indonesia,” ujarnya.

Program literasi tersebut juga dilengkapi dengan kompetisi analisis pasar keuangan digital yang melibatkan mahasiswa sebagai bagian dari penguatan pemahaman praktis.

Manajer Kemahasiswaan FEB UI Anna Amalyah Agus menilai kolaborasi antara regulator, akademisi, dan pelaku industri penting untuk memastikan pengembangan ekosistem tetap terarah.

“Harapannya, inisiatif ini dapat memberikan dampak positif dan menjadi langkah awal dalam menghadirkan pusat investasi berbasis kripto di lingkungan kampus,” ujarnya.

Upaya edukasi ini dinilai penting agar partisipasi masyarakat di pasar kripto tidak hanya didorong tren, tetapi berbasis pemahaman risiko dan strategi investasi yang terukur.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Deddy Sitorus Jawab Gibran soal Sama-sama Berkantor di IKN: Tak Ada Kementerian, DPR Mau Ngapain?
• 17 jam lalukompas.com
thumb
Bahlil Ajak Masyarakat Terapkan Kebiasaan Hidup Hemat Energi
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pemkab Gresik soal Penipuan Penerimaan PNS: Jangan Percaya Orang Bantu Jadi ASN
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Terpopuler Timnas Indonesia: Jay Idzes dan Kevin Diks Dapat Izin FIFA, Percuma Garuda Lebih Kuat dari Thailand dan Vietnam
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Demi Anak, Atta Halilintar Jadi Produser Film Animasi Garuda di Dadaku
• 13 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.