jpnn.com - Polemik video viral yang menyeret nama pengamat politik Saiful Mujani terus bergulir dan memicu perdebatan di ruang publik.
Video tersebut dinilai mengandung narasi yang mengarah pada upaya menggulingkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
BACA JUGA: Industri Cold Chain Kian Berkembang, Mitsubishi Fuso Siap Topang Logistik Modern
Ketua Umum Logis 08 Anshar Ilo menilai pernyataan yang disampaikan dalam video tersebut tidak lagi sebatas kritik, melainkan telah mengarah pada dugaan ajakan makar terhadap pemerintahan yang sah.
“Ini bukan sekadar perbedaan pendapat atau kritik biasa. Jika sudah mengarah pada upaya menggulingkan kekuasaan yang sah, maka ini harus ditindak secara hukum,” tegas Anshar Ilo dalam keterangannya, Kamis (9/4).
BACA JUGA: Jamin Keamanan Produk, KAI Logistik Kantongi Sertifikasi Halal di 3 Titik Distribusi Utama Retail
Anshar juga menyebut bahwa selain Saiful Mujani, nama Islah Bahrawi turut menjadi pihak yang paling vokal dalam menyuarakan narasi serupa di ruang publik.
Menurutnya, narasi yang berkembang berpotensi memecah belah masyarakat serta mengganggu stabilitas nasional di tengah upaya pemerintah menjalankan berbagai program strategis.
Lebih lanjut, Anshar Ilo mengungkapkan Saiful Mujani sudah bisa di panggil untuk diperiksa pihak kepolisian atas dugaan menyebarkan konten yang mengarah pada tindakan makar. Ia pun meminta aparat penegak hukum bertindak cepat dan profesional.
“Kami meminta Kabareskrim Polri untuk segera menindaklanjuti hal tersebut, secara serius dan transparan. Jangan sampai ada pembiaran terhadap narasi yang dapat mengancam keutuhan bangsa,” ujarnya.
menegaskan, kebebasan berpendapat harus tetap dijaga, namun tidak boleh melampaui batas hingga mengarah pada tindakan yang melanggar hukum dan merusak tatanan demokrasi.
“Demokrasi memberikan ruang kritik, tetapi bukan untuk menghasut atau mendorong tindakan inkonstitusional,” tambahnya.(fri/jpnn)
Redaktur & Reporter : Friederich Batari




