FAJAR, MAKASSAR — Event ekonomi berbasis syariah bertajuk Muslim LifeFair (MUFAIR) Makassar 2026 resmi akan digelar pada 1–3 Mei 2026 di SMMCC (Summarecon Mutiara Makassar Convention Centre).
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi halal, khususnya bagi pelaku usaha di kawasan Indonesia Timur.
Mengusung tema “Perjalanan Menuju Taqwa & Kebangkitan UMKM Indonesia Timur” serta semangat #MakassarBisaTonji, ajang ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak baru bagi sektor UMKM berbasis halal sekaligus memperluas pasar industri syariah di Makassar dan sekitarnya.
Dengan area pameran seluas sekitar 5.000 meter persegi, Muslim LifeFair Makassar 2026 menargetkan sekitar 20.000 pengunjung selama tiga hari penyelenggaraan.
Tak hanya itu, total transaksi yang diproyeksikan mencapai Rp6 miliar menunjukkan besarnya potensi perputaran ekonomi yang akan tercipta dari kegiatan ini.
Sebanyak 120 booth akan meramaikan pameran dengan menghadirkan lebih dari 100 brand dari berbagai sektor, mulai dari fashion muslim, kuliner halal, travel haji dan umrah, pendidikan Islam, hingga produk herbal dan kosmetik halal. Selain itu, produk UMKM lokal dan komunitas pengusaha muslim juga akan menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem industri halal.
Mayoritas tenant berasal dari brand lokal Makassar dan wilayah Indonesia Timur yang dipadukan dengan brand nasional. Kolaborasi ini dinilai strategis untuk meningkatkan daya saing pelaku usaha lokal sekaligus membuka peluang ekspansi pasar yang lebih luas.
Tidak hanya berfokus pada transaksi ekonomi, Muslim LifeFair juga dirancang sebagai event keluarga yang edukatif dan inspiratif. Berbagai program unggulan akan dihadirkan, seperti talkshow dan kajian, sesi berbagi wirausaha muslim, hingga networking bisnis yang mempertemukan pelaku usaha dari berbagai sektor.
Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati zona kuliner halal, program anak dan keluarga, aktivitas komunitas, serta berbagai promo menarik dari ratusan exhibitor. Konsep ini diharapkan mampu menarik minat masyarakat lintas usia sekaligus meningkatkan durasi kunjungan dan transaksi selama acara berlangsung.
Dukungan terhadap penyelenggaraan event ini juga datang dari Pemerintah Kota Makassar. Pada grand launching yang digelar sebelumnya, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyampaikan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi syariah melalui kegiatan seperti Muslim LifeFair.
Ia menilai bahwa event ini dapat menjadi sarana efektif dalam memperkuat ekosistem UMKM halal sekaligus menghadirkan kegiatan positif dan edukatif bagi masyarakat.
Rangkaian acara Muslim LifeFair Makassar 2026 juga akan menghadirkan sejumlah asatidz nasional, di antaranya Abduh Tuasikal, Iqbal Gunawan, Ammi Nur Baits, Abdul Hakim Jurmiyah, serta Budi Hariyanto.
Kehadiran mereka diharapkan dapat memberikan nilai edukasi sekaligus inspirasi spiritual bagi para pengunjung.
Selain itu, sejumlah influencer muslim juga akan turut memeriahkan acara dengan menghadirkan konten inspiratif dan edukatif yang relevan dengan gaya hidup halal masa kini.
Direktur Utama PT Lima Event Indonesia, Taufik Surya Hidayat, menegaskan bahwa Muslim LifeFair Makassar 2026 tidak sekadar menjadi ajang pameran, tetapi juga wadah strategis bagi pelaku usaha untuk berkembang.
“Muslim LifeFair Makassar 2026 bukan sekadar pameran, tetapi menjadi panggung ‘naik kelas’ bagi para exhibitor. Dengan lebih dari 100 brand dan target transaksi Rp6 miliar, kami ingin mendorong kolaborasi sekaligus memperkuat pertumbuhan UMKM dan pengusaha di Indonesia Timur,” ujarnya.
Ia menambahkan, melalui program seperti Muslim Entrepreneur Sharing Session, pelaku usaha lokal memiliki kesempatan untuk belajar langsung dari brand nasional serta memperluas jaringan bisnis.
“Sejalan dengan tema yang diusung, kami berharap Muslim LifeFair dapat menjadi langkah nyata dalam menjadikan Makassar sebagai pusat pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia Timur,” tambahnya.
Dengan konsep yang menggabungkan aspek ekonomi, edukasi, dan spiritualitas, Muslim LifeFair Makassar 2026 diproyeksikan menjadi salah satu event halal terbesar di kawasan timur Indonesia, sekaligus membuka peluang baru bagi akselerasi UMKM menuju pasar yang lebih kompetitif.(wis)





