Penulis: Oseani Putri
TVRINews, Yogyakarta
Kemitraan strategis antara Inggris dan Indonesia terus diperkuat, khususnya dalam pengembangan sektor transportasi dan aksi iklim. Kolaborasi ini diwujudkan melalui dukungan terhadap sistem mobilitas perkotaan yang terintegrasi dan rendah karbon.
Salah satu bentuk dukungan tersebut meliputi penyusunan panduan implementasi Transit Oriented Development (TOD), Land Value Capture (LVC), serta bantuan teknis dalam perencanaan e-mobility yang inklusif.
Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Dominic Jermey, menyampaikan hal tersebut saat meninjau Stasiun Yogyakarta, Jumat (10/4/2026).
“Kemitraan Inggris–Indonesia telah menunjukkan hasil nyata, khususnya dalam pengembangan infrastruktur dan mobilitas perkotaan rendah karbon yang terintegrasi. Dukungan ini mencakup implementasi TOD, LVC, serta perencanaan e-mobility yang inklusif,” ujarnya, Jumat, 10 April 2026.
Selain sektor transportasi, Inggris juga terlibat dalam berbagai program berbasis masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta, seperti pengelolaan sampah sekolah di Bantul, serta pengembangan kehutanan sosial dan ekowisata di Kulon Progo.
Sementara itu, Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat mulai menjajaki peluang kerja sama dengan Inggris yang berfokus pada penataan kawasan transportasi sekaligus pelestarian kawasan heritage di Yogyakarta.
Penghageng KHP Datu Dana Suyasa Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat, GKR Mangkubumi, menekankan pentingnya kajian bersama dalam penataan kawasan.
“Kami berharap ada penataan kawasan, khususnya untuk transportasi, serta studi bersama terkait kawasan heritage agar tetap terjaga, baik dari sisi lingkungan maupun budaya,” ungkapnya.
Karaton juga menyoroti tingginya jumlah penumpang kereta api di Yogyakarta yang belum sepenuhnya diimbangi kapasitas stasiun. Kondisi ini mendorong perlunya pengembangan Stasiun Yogyakarta dan sistem perkeretaapian secara menyeluruh.
Selain itu, pihak Karaton membuka peluang pemanfaatan lahan milik keraton untuk mendukung pengembangan stasiun. Namun, pembahasan tersebut masih bersifat awal dan akan dilanjutkan dalam pertemuan berikutnya.
Kemitraan lintas negara ini diharapkan mampu menghadirkan solusi transportasi yang berkelanjutan, sekaligus menjaga keseimbangan antara modernisasi infrastruktur dan pelestarian warisan budaya di Yogyakarta.
Editor: Redaksi TVRINews





