Bitcoin Sempat Tembus USD73.000

medcom.id
12 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Harga Bitcoin kembali menunjukkan penguatan di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian. Dalam 24 jam terakhir, aset kripto terbesar tersebut naik sekitar 1,48 persen dan berada di kisaran USD71.900 atau setara Rp1,22 miliar, setelah sempat menyentuh level tertinggi USD73.140.
  Baca juga:   Bitcoin Melonjak di Tengah Harapan Damai Perang Timur Tengah
Seiring kenaikan tersebut, dominasi pasar Bitcoin (BTC.D) turut meningkat ke level 59,58 persen. Sementara itu, total kapitalisasi pasar kripto global naik 0,80 persen menjadi USD2,41 triliun.
 
Financial Expert Ajaib, Panji Yudha, menjelaskan penguatan Bitcoin tetap berlanjut meskipun pasar dihadapkan pada tekanan dari data ekonomi Amerika Serikat yang melemah serta meningkatnya ketidakpastian geopolitik, khususnya terkait gencatan senjata antara AS dan Iran yang masih rapuh.
 
Ketegangan kembali meningkat setelah Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menuding adanya pelanggaran kesepakatan oleh pihak lawan, termasuk operasi militer Israel di Lebanon dan aktivitas drone di wilayah udara Iran.

Situasi tersebut langsung memicu lonjakan harga minyak mentah ke level USD97 per barel, berbalik arah dari penurunan sebelumnya pascapengumuman gencatan senjata. Pergerakan ini kembali menegaskan hubungan erat antara harga energi dan aset berisiko seperti kripto.
 
Di sisi lain, indeks dolar AS (DXY) mengalami pelemahan sekitar 1,30 persen sejak awal pekan dan kini berada di kisaran 98,9, setelah gagal menembus level resistensi di 100,25.
 
Dari sisi fundamental, data ekonomi AS menunjukkan perlambatan. Indeks PCE inti tercatat naik 0,4 persen secara bulanan pada Februari, sementara pertumbuhan ekonomi kuartal IV direvisi turun tajam menjadi hanya 0,5 persen secara tahunan.
 
Menariknya, pelemahan ekonomi ini justru memicu optimisme di kalangan pelaku pasar, karena meningkatkan ekspektasi terhadap kemungkinan pelonggaran kebijakan moneter oleh bank sentral AS.
 
Di tengah sentimen tersebut, produk ETF Bitcoin spot milik Morgan Stanley dengan kode MSBT resmi mulai diperdagangkan di bursa NYSE Arca pada Rabu. Pada hari perdananya, ETF ini mencatat arus masuk dana bersih sebesar USD30,6 juta.
 
MSBT juga menawarkan biaya pengelolaan (expense ratio) sebesar 0,14 persen, yang menjadi salah satu yang terendah di pasar. Angka ini lebih kompetitif dibandingkan ETF serupa milik BlackRock yang berada di 0,25 persen maupun produk Grayscale di 0,15 persen.
 
Meski debut MSBT terbilang positif, secara keseluruhan ETF Bitcoin spot di AS justru mencatat arus keluar bersih sebesar USD124 juta pada hari yang sama, di luar kontribusi MSBT. Berdasarkan data SoSoValue, total dana kelolaan ETF Bitcoin spot kini mencapai USD91,9 miliar, setara sekitar 6,43 persen dari kapitalisasi pasar Bitcoin.
 
Arus keluar tersebut terjadi setelah sebelumnya ETF Bitcoin mencatat lonjakan arus masuk harian sebesar USD471 juta pada 6 April, menjadi yang tertinggi sejak Februari. Hal ini menunjukkan bahwa minat investor masih fluktuatif di tengah ketidakpastian global yang terus berlangsung.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pramono Anung Targetkan Pengerukan Kanal Banjir Barat Tuntas Setahun, Proyek Tak Boleh Gagal
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Akal-akalan Kurir Narkoba: Ambulans Dipakai Bawa 15,7 Kg Sabu, Berujung Dibui
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Harga Emas Antam Naik Rp7.000 Jadi Rp2,857 Juta Hari Ini, Jumat, 10 April 2026
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Perang di Iran Picu Lonjakan Biaya Kargo Udara
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Menuju Perempuan Berdaya dan Mandiri, Yuk Join kumparan Hangout Online!
• 13 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.