JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Duta Besar Indonesia untuk Iran Dian Wirengjurit mengatakan, hubungan Indonesia dan Iran sedang tidak baik-baik saja.
Baginya, hal itu terjadi karena beberapa persoalan, salah satunya adalah langkah Indonesia bergabung dalam Board of Peace (BoP) bersama Amerika Serikat dan Israel.
Menurut dia, kedua negara itulah yang memulai perang dengan Iran.
“Hubungan Indonesia sama Iran sedang berada di titik paling bawah,” ucap Dian, dalam podcast Gaspol! yang tayang di YouTube Kompas.com, Jumat (10/4/2026).
Baca juga: Pimpinan PBNU Akan Temui Prabowo Bahas Cara Hadapi Efek Perang Iran-Israel
Ia memandang, langkah Indonesia bergabung dengan BoP bisa dianggap meninggalkan organisasi beberapa negara yang selama ini menjadi simbol kedekatan dengan Iran.
“Meninggalkan (prinsip) non-blok, meninggalkan OKI, meninggalkan D8, meninggalkan semua mekanisme negara-negara berkembang untuk menghadapi negara barat dalam konteks ekonomi,” sebut dia.
Dian juga melihat pemerintah harus menunjukkan sikap tegas dan keberpihakan pada Iran jika ingin dua kapal Pertamina diizinkan melintas di Selat Hormuz.
Selama ini, ia menilai, pemerintah belum mengeluarkan pernyataan yang mengutuk serangan Amerika Serikat dan Israel pada Iran.
Baca juga: Gaspol Hari Ini! Kepala Bakom RI: Banyak Orang Fitnah Prabowo Antikritik
Sementara, hal ini perlu disampaikan untuk memperbaiki hubungan diplomasi Indonesia dengan Iran.
“(Pemerintah) harus menyesalkan terjadinya perang ini. Ya (karena belum ada sikap tegas dari pemerintah),” ucap dia.
Simak obrolan selengkapnya dalam podcast Gaspol! yang tayang perdana hari ini, pukul 20.00 WIB.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang