Presiden Prabowo Saksikan Penyerahan Rp. 11 Triliun Lebih ke Negara oleh Kajagung RI

realita.co
17 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA (Realita)
Kepala Kejaksaan Agung (Kejagung), ST Burhanudin menyerahkan uang Rp 11,42 triliun kepada negara melalui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam sebuah acara di Kompleks Kejagung, Jakarta.pada Jumat, 10 April 2026.

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto tampak hadir dalam agenda tersebut yang mencakup penyerahan denda administratif, hasil penyelamatan keuangan negara, serta penguasaan kembali kawasan hutan tahap VI.

Baca juga: Prabowonomics : Dari Ketahanan Pangan Menuju Kekuatan Global

“Kami akan menyerahkan uang sebesar Rp 11,42 triliun kepada negar,” ujar ST Burhanuddin diawal sambutannya dalam acara tersebut.

Uang belasan triliun dalam pecahan rupiah itu dipamerkan dalam pecahan mata uang Rp100.000, yang ditata rapi sehingga menyerupai sebuah tembok yang tinggi.

Burhanuddin juga membeberkan, dana triliunan rupiah itu berasal dari berbagai sumber yang berkaitan dengan penegakan hukum dan pengelolaan sumber daya alam.

"Berasal penagihan denda administratif di bidang kehutanan oleh Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) sebesar sekitar Rp 7,23 triliun," ungkapnya.

Dari penerimaan negara bukan pajak (PNBP) hasil penyelamatan keuangan negara dalam penanganan kasus korupsi oleh kejaksaan, sebesar Rp 1,96 triliun," tambahnya.

Baca juga: Prabowo Buka Peluang Cabut dari BoP

Kajagung kemudian menambahkan penerimaan dari sektor pajak yang mencapai sekitar Rp 967,7 miliar, pendapatan negara dari penyetoran pajak Agrinas Palma sebesar Rp 180,5 miliar, dan PNBP dari denda lingkungan hidup yang mencapai Rp 1,14 triliun.

Selain itu, Satgas PKH juga menguasai kembali kawasan hutan dari sektor perkebunan dan pertambangan. Pada sektor perkebunan sawit, sejak Februari 2025 hingga saat ini Satgas PKH telah menguasai kembali kawasan hutan seluas 5.888.260,07 hektar. Sementara itu, pada sektor pertambangan, kawasan hutan yang berhasil dikuasai kembali mencapai 10.257,22 hektar.

Pada tahap VI, sebagian kawasan hutan tersebut diserahkan kembali kepada Kementerian Kehutanan seluas 254.780,12 hektar. Kawasan itu mencakup hutan produksi yang dapat dikonversi di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat seluas 149.198,09 hektar, Taman Hutan Raya Lae Kombih di Subulussalam, Aceh seluas 510,03 hektar, serta kawasan Hutan Gunung Halimun Salak di Bogor, Jawa Barat seluas 105.072 hektar.

Baca juga: Soal Penyiraman Air Keras pada aktivis KontraS, Prabowo: Biadab, Harus Kita Usut Tuntas Siapa Dalangnya!

Selain itu, lahan seluas 30.543,40 hektar diserahkan kepada kementerian/lembaga terkait melalui Kementerian Keuangan, kemudian dialihkan ke BPI Danantara dan selanjutnya kepada PT Agrinas Palma Nusantara (Persero).

Dalam acara penyerahan uang belasan triliunan rupiah tersebut juga dihadiri sejumlah pejabat negara, di antaranya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, serta Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol. Selain itu, turut hadir Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria.

"Penyerahan dana ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta optimalisasi penerimaan negara dari berbagai sektor, termasuk hasil penegakan hukum," pungkasnya.ang

Editor : Redaksi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Plafon RSUD Berkah Pandeglang Ambruk Imbas Hujan Deras, Nyaris Timpa Pasien
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Defisit APBN Membesar, Saatnya Prabowo Menata Ulang Program Prioritas
• 5 jam lalukompas.com
thumb
Inara Rusli Ngaku Kehilangan Job hingga Sulit Gaji Karyawan Gegara Isu Perselingkuhan dengan Insanul Fahmi: Ngaruh ke Psikis
• 2 jam lalugrid.id
thumb
MRP Papua Tengah Dorong Perubahan Strategi Penanganan Konflik Demi Wujudkan Perdamaian Berkelanjutan
• 11 jam lalupantau.com
thumb
Terpopuler Timnas Indonesia: Jay Idzes dan Kevin Diks Dapat Izin FIFA, Percuma Garuda Lebih Kuat dari Thailand dan Vietnam
• 15 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.