BEKASI, KOMPAS.com – Kebijakan work from home (WFH) yang diterapkan bagi aparatur sipil negara (ASN) di Kota Bekasi tidak sepenuhnya berjalan tanpa hambatan.
Muhammad Ircham Renza, pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bekasi, mengaku mengalami gangguan teknis jaringan internet saat WFH.
“Sebenarnya tidak ada kendala yang benar-benar berarti. Hanya saja, paling jaringannya (internet) ya, suka terputus-putus,” kata Renza kepada Kompas.com saat ditemui di kediamannya, Jumat (10/4/2026).
Baca juga: ASN Bekasi Rasakan Manfaat WFH, Pengeluaran Makan dan Bensin Bikin Hemat
Meski demikian, Renza menegaskan bahwa pekerjaan tetap dapat berjalan secara efektif karena adanya sistem pemantauan berbasis lokasi yang diterapkan oleh instansi.
“Selama WFH kami tetap harus mengaktifkan GPS, jadi kinerja kami tetap terpantau. Pekerjaan juga tetap berjalan efektif seperti saat bekerja di kantor,” ujarnya.
Selain kendala teknis, Renza juga menilai penerapan WFH pada hari Jumat berpotensi menimbulkan persepsi negatif apabila tidak disertai pengawasan yang memadai.
Hal ini disebabkan kedekatannya dengan akhir pekan yang dapat memicu potensi long weekend.
“Kalau WFH jatuhnya di hari Jumat itu kurang tepat. Karena setelahnya kan Sabtu Minggu, jadi bisa dipakai liburan,” ungkapnya.
Untuk mencegah penyalahgunaan kebijakan tersebut, ia menyarankan agar instansi melakukan pengawasan secara rutin maupun acak terhadap pegawai yang menjalankan WFH.
“Mungkin salah satunya dilakukan pengecekan rutin atau random bagi setiap pelaku WFH. Jadi bisa mengurangi itu yang kabur-kabur demi long weekend,” jelasnya.
Baca juga: Tinjau WFH di Bekasi, Bima Arya Video Call ASN yang Bekerja dari Rumah
Meski memiliki kekhawatiran tersebut, Renza menegaskan bahwa dirinya tetap menjunjung profesionalisme dalam bekerja.
“Saya sadar bahwa WFH di hari Jumat bukan untuk dijadikan ajang long weekend. Tetap harus profesional dan menyelesaikan pekerjaan sesuai tanggung jawab,” tambahnya.
Di sisi lain, Renza mengakui bahwa kebijakan WFH juga memberikan manfaat, terutama dalam menghemat biaya operasional harian seperti konsumsi dan transportasi.
“Menurut saya, aturan WFH dapat menghemat biaya, terutama untuk biaya konsumsi. Karena kan tidak keluar uang untuk makan siang, dan juga uang transport,” ujarnya.
Dalam kondisi normal, Renza bekerja di kantor mulai pukul 07.30 hingga 16.00 WIB dan menggunakan sepeda motor sebagai sarana transportasi.





