MAKASSAR, KOMPAS - Dua warga Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, tewas setelah kendaraan roda empat yang mereka tumpangi dan kendarai terjun ke jurang sedalam 60 meter. Butuh upaya keras dari regu penolong gabungan untuk mengevakuasi korban.
Peristiwa ini terjadi pada Jumat (10/4/2026) siang di Desa Pinamorongan, Kecamatan Tareran, Kabupaten Minahasa Selatan. Kendaraan yang jatuh ke jurang ini berisi dua orang dan keduanya sudah meninggal saat dievakuasi petugas. Kedua korban itu adalah Jhony Ulaan (57) dan Nover Solang (54).
Komandan Pos Pencarian dan Pertolongan (SAR) Amurang, Steven Lumowa mengatakan, informasi terkait kecelakaan itu diterima dari Polres Minahasa Selatan. Setelah menerima informasi, pihaknya berkoordinasi dengan pemadam kebakaran, satuan polisi pamong praja, serta pemerintah desa dan pemerintah kecamatan. ”Proses evakuasi memakan waktu tiga jam akibat kondisi medan curam,” katanya.
Sementara itu, Kepala Basarnas Sulawesi Utara George Mercy Randang, mengatakan, tim penolong di Pos SAR Amurang segera berangkat setelah menerima informasi. Tim tiba di lokasi kejadian pada pukul 15.36 Wita dan langsung melaksanakan tindakan awal operasi SAR.
Selanjutnya, pada pukul 15.45 Wita, Tim SAR melakukan evakuasi dengan menuruni tebing menggunakan teknik lowering untuk menjangkau kendaraan yang terjatuh.
“Setelah dicek, kedua korban diketahui sudah tidak merespon. Mengingat kondisi medan yang curam dan berisiko tinggi, tim melakukan asesmen dan memutuskan evakuasi melalui penyisiran pinggiran tebing,” kata George.
Evakuasi di medan yang sulit dan curam ini membuat kedua korban baru berhasil dievakuasi dan dibawa ke jalan utama pada pukul 18.05 Wita. Selanjutnya, korban dilarikan ke Rumah Sakit Kalooran Amurang.
Belum ada informasi soal bagaimana mobil Suzuki APV yang mereka tumpangi bisa terjun ke jurang. Kondisi dasar jurang tempat kendaraan ini jatuh adalah bebatuan besar. Hal ini menyebabkan kendaran rusak parah.
Mewakili keluarga, Hukum Tua (Kepala Desa) Desa Tawaang Timur, Kecamatan Tenga, Kabupaten Minahasa Selatan, Fonnie Poluan mengatakan, keluarga berterima kasih atas upaya evakuasi kedua korban.
“Saya mewakili keluarga berterima kasih kepada semua pihak, termasuk warga setempat, yang ikut terlibat dalam upaya evakuasi kedua korban. Tidak ada apa-apa yang kami keluarga berikan, tentu Tuhan akan membalas segala kebaikan dari bapak ibu sekalian. Terima kasih, Tuhan memberkati,” katanya saat penyerahan jenazah kepada keluarga korban.





