Terkuak! Pelaku Pemerasan Sahroni Ngaku Jadi Kabiro Penindakan KPK

viva.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mengungkap pegawai gadungan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang memerasnya Rp300 juta mengaku sebagai Kabiro Penindakan KPK.

"Benar saya diperas oleh seseorang yang mengaku Kabiro Penindakan KPK, yang meminta uang Rp300 juga mengatasnamakan pimpinan KPK," kata Sahroni, Jumat, 10 April 2026.

Baca Juga :
Sahroni Beberkan Kronologi Diperas 'Pegawai Gadungan' KPK Rp300 Juta
OTT KPK di Tulungagung, 16 Orang Ditangkap Termasuk Bupati Gatut Sunu Wibowo

Saat diminta uang dengan nilai Rp300 juta, Sahroni tak tinggal diam. Dia langsung mengkonfirmasi kepada pihak lembaga antirasuah tersebut.

"Saya mengonformasi ke KPK dan dinyatakan tidak benar. Maka KPK berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya dan akhirnya saya membuat laporan," ucapnya.

"Dan saya bekerja sama dengan pihak KPK dan Polda Metro dan akhirnya terjadilah penangkapan orang yang mengatasnamakan pimpinan KPK tadi malam," jelas Sahroni.

Kronologi Sahroni Diperas Rp300 Juta

Sebelumnya diberitakan, Sahroni mengungkap kasus pemerasan ini berawal dari seorang perempuan yang datang ke DPR dan ingin bertemu dengannya. 

Dalam pertemuan, perempuan tersebut memperkenalkan diri sebagai utusan dari pimpinan KPK. Perempuan itu pun meminta uang senilai Rp300 juta kepada Sahroni.

"Jadi kronologinya ada seorang ibu datang ke DPR dan meminta bertemu saya. Kemudian saya temui dan dia mengaku utusan dari pimpinan KPK dan di situ dia meminta uang senilai Rp300 juta untuk dukungan pimpinan KPK," kata Sahroni.

Sahroni mengatakan, dirinya langsung mengonfirmasi ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait utusan tersebut. Namun, KPK menyangkalnya.

"Saya langsung cek ke KPK dan KPK menyangkal ada utusan tersebut," tutur dia. 

Setelah memastikan tak ada utusan resmi dari KPK, Sahroni langsung berkoordinasi dengan lembaga antirasuah dan pihak kepolisian untuk menangkap perempuan tersebut.

"KPK kemudian melakukan kordinasi dengan Polda Metro Jaya, dan setelahnya saya melapor terkait kasus ini ke Polda Metro Jaya. Saya kemudian bekerjasama dengan Polda Metro Jaya dan KPK untuk menangkap orang ini dengan memberikan uang tersebut di rumahnya," jelas Sahroni.

Baca Juga :
Profil Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo yang Kena OTT KPK
OTT Lagi! Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo Diciduk KPK
KPK Geledah 12 Lokasi Terkait Kasus Walkot Maidi, Dokumen hingga Bukti Elektronik Disita

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
SPPG Bontoa Pajukukang Ditutup Sementara Tuai Keluhan Mitra, Ada 3.700 Penerima Manfaat Terdampak
• 18 jam laluharianfajar
thumb
Krisis Energi Parah, Negara Miskin ‘Bakar’ Triliunan Rupiah Demi BBM
• 5 jam laluviva.co.id
thumb
Kemkomdigi Peringatkan TikTok dan Roblox Patuhi PP Tunas, Tenggat Berakhir Hari Ini
• 18 jam lalutvrinews.com
thumb
Pelepasan Kafilah MTQ XXXIV, Pj Sekda Luwu Janji Juara Satu Dapat Bonus Beasiswa Selama Kuliah
• 11 jam laluharianfajar
thumb
YouTube Disebut Tak Patuh PP Tunas, Komdigi Jatuhkan Sanksi Administratif untuk Google
• 16 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.