jpnn.com, JAKARTA - Pengamat politik Ubedilah Badrun atau Kang Ubed menilai Utusan Khusus Presiden RI Hashim Djojohadikusumo salah memahami kritik dari para pengamat terhadap Kepala Negara.
Hal demikian dikatakan Kang Ubed menyikapi ucapan Hashim Djojohadikusumo yang menyebut ada upaya kudeta terhadap Presiden RI Prabowo Subianto.
BACA JUGA: Hashim: Ada yang Mau Kudeta Prabowo
"Itu narasi Hashim sangat keliru dan tidak berdasar," ujar dia melalui layanan pesan, Jumat (10/4).
Kang Ubed menuturkan indikator makar menyikapi kritik pengamat berdasarkan KUHP tidak terpenuhi, apalagi disebut kudeta.
BACA JUGA: Hashim Bilang Ada yang Mau Mengudeta Prabowo, Guntur: Militer atau...
"Motif para pengamat yang kritis itu terlihat terang bahwa para pengamat mengkritik kekuasaan lebih karena mencintai Republik ini, mencintai Tanah Air ini," kata dia.
Kang Ubed mengatakan Prabowo bersama lingkaran elite tidak matang dalam menanggapi kritik terhadap pemerintah dengan memunculkan tudingan makar serta kudeta.
BACA JUGA: Efriza Sebut Pernyataan Hashim soal Kudeta Presiden Bisa Jadi Alarm Politik
"Tampaknya mereka gagal memahami perbedaan antara kritik, makar, dan kudeta," ungkap aktivis prodemokrasi itu.
Sebelumnya, Hashim menyatakan di tengah program-program yang dijalankan pemerintah ternyata ada upaya tokoh tertentu mengguncang, menggoyang, dan mengganggu stabilitas nasional.
Menurut Hasim, ada pihak mau menggoyang Presiden Prabowo Subianto yang jabatannya belum sampai satu setengah tahun.
"Saya hitung satu tahun lima bulan sudah ada yang ingin menggulingkan dia, sudah ada yang mau kudeta dia, mau menggantikan dia secara inkonstitusional," ujarnya saat membawakan sambutan pada Paskah Nasional 2026 di Manado, Sulawesi Utara, Rabu (8/4). (ast/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Bupati Tulungagung Terjaring OTT KPK
Redaktur : Rah Mahatma Sakti
Reporter : Aristo Setiawan




