Netanyahu Keras Kepala Terus Gempur Lebanon

metrotvnews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan bahwa militer Israel akan terus melancarkan serangan terhadap kelompok Hizbullah di Lebanon. Langkah ini diambil guna memastikan stabilitas dan pemulihan keamanan di wilayah Israel Utara sepenuhnya terjamin.

Dalam pernyataan resminya, Netanyahu menepis isu mengenai adanya gencatan senjata dalam waktu dekat. Ia menekankan bahwa pasukan Israel akan terus menghantam kekuatan Hizbullah dengan intensitas tinggi hingga warga di perbatasan utara dapat kembali ke rumah mereka dengan aman.

"Saya tegaskan, tidak ada gencatan senjata di Lebanon. Kami terus menyerang Hizbullah dengan kekuatan penuh dan tidak akan berhenti sampai keamanan kalian (warga Israel Utara) kembali," ujar Netanyahu.

Meski tetap berfokus pada operasi militer, Netanyahu mengumumkan bahwa dirinya telah memberikan lampu hijau bagi Kabinet Israel untuk memulai negosiasi langsung dengan pemerintah Lebanon. Keputusan ini diambil menyusul adanya permintaan berulang dari pihak Lebanon untuk membuka komunikasi jalur damai.

"Saya menginstruksikan dalam rapat kabinet untuk memulai negosiasi langsung dengan Lebanon guna mencapai dua tujuan: pertama melucuti senjata Hizbullah dan kedua, perjanjian perdamaian bersejarah dan berkelanjutan antara Israel dan Lebanon," papar Netanyahu.
  Baca juga: Posisi Lebanon dalam Gencatan Senjata Berubah Usai Trump Hubungi Netanyahu
Menurut Netanyahu, negosiasi tersebut akan membawa dua misi utama bagi kepentingan nasional Israel yakni pelucutan senjata Hizbullah yang didukung oleh Iran dan membangun hubungan antara Israel dan Lebanon.

Netanyahu menyatakan optimismenya terhadap posisi Israel saat ini yang dinilainya sedang berada dalam posisi kuat, sementara pengaruh Iran di kawasan dianggap melemah. "Hal itu juga telah menyebabkan perubahan dalam hubungan kami dengan negara-negara yang sebelumnya tidak ada," jelas Netanyahu.

Meskipun otoritas Lebanon belum memberikan tanggapan resmi, namun menurut sebuah sumber menyebutkan bahwa proses diplomasi ini akan segera bergulir. Negosiasi antara Israel dan Lebanon dijadwalkan akan dimulai pada minggu depan yang berlangsung di Departemen Luar Negeri Amerika Serikat di Washington. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kanselir Jerman Friedrich Merz Kritik Serangan Israel ke Lebanon, Sebut Ancam Proses Perdamaian
• 21 jam lalupantau.com
thumb
ASN Mulai Kerja di Rumah, Ini 5 Tips WFH dengan Nyaman yang Dapat Diterapkan
• 16 jam laluidxchannel.com
thumb
Uang Negara Rp31,3 Triliun Diselamatkan, Prabowo: Kita Bisa Perbaiki 34.000 Sekolah
• 15 jam lalurctiplus.com
thumb
Lautan Manusia di Teheran Peringati 40 Hari Kematian Ayatollah Ali Khamenei | SAPA PAGI
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
Krisis Energi Parah, Negara Miskin ‘Bakar’ Triliunan Rupiah Demi BBM
• 7 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.