Kisah Heroik 2 Pasukan Elite TNI saat Perang Hutan di Gunung Pontong

okezone.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA - Tentara Nasional Indonesia (TNI) memiliki sejumlah pasukan elite. Pasukan elite itu tersebar di 3 matra, yaitu Angkatan Laut, Angkatan Darat, dan Angkatan Udara.

Pasukan elite TNI juga diterjunkan dalam berbagai operasi tempur. Salah satunya saat memberantas  Perjuangan Rakyat Semesta atau Permesta, yaitu gerakan militer di Indonesia yang menuntut otonomi daerah dan menolak pemerintahan Indonesia yang sentralistik di Pulau Jawa.

Didirikan di Makassar pada 2 Maret 1957, gerakan pemberontakan Permesta meluas ke daerah lain di Sulawesi dan berlangsung hingga 1960. Markas Permesta awalnya di Makassar, kemudian pindah ke Manado.

Baca Juga :
Kisah Rambo Kopassus Jalani Misi Berbahaya di Luar Negeri, Survival dengan Minum Air Bekas Kuda

Saat itu, Pemerintah pusat di Jakarta melancarkan operasi militer untuk menumpas Permesta dengan mengirim Resimen Pasukan Komando Angkatan Darat (RPKAD) yang sekarang dikenal dengan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dan Korps Komando Operasi (KKA) yang kini namanya jadi Korps Marinir.

Pasukan elite tersebut berhasil menguasai Manado dan wilayah-wilayah yang dikuasai Permesta. Termasuk Gunung Potong di Manado yang merupakan basis pertahanan Permesta.

Gunung Potong terletak diantara Bukit Conggaan dan Patahan. Susunan pertahanannya berlapis-lapis di antara bukit berbatu, di setiap lubangnya terdapat senjata berat, dan medannya sangat menguntungkan musuh. Pasukan Permesta di Gunung Potong dipimpin oleh Mayor Permesta Yan Timbuleng.

Baca Juga :
Heroik! Prajurit Baret Merah Kopassus Selamatkan Pasukan UNIFIL di Lebanon

Komando Operasi Merdeka mengirim satu tim RPKAD dibawah pimpinan Letnan A. Kodim dan KKO yang dipersenjatai artileri dan kavaleri, pada 29 Agustus 1958.

Namun, rencana penyerangan gagal dikarenakan medan yang berat dan jurang-jurang yang dalam, padahal sasaran tinggal 100 m lagi. Dengan kegagalan itu, RPKAD menyusun ulang rencana dalam 4 hari untuk melakukan raid penghancuran ke Gunung Potong.

Satu Peleton pasukan RPKAD dibawah pimpinan Sersan Mayor Soetarno yang dibantu satu kompi KKO dan seorang penunjuk jalan menjalankan operasi tersebut pada 2 September 1958.

Baca Juga :
Jenderal Kopassus Turun Tangan hingga Kerahkan Pasukan Usai Gempa Besar M7,6 di Bitung

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jean-Paul van Gastel Belajar dari Nasib Giovanni van Bronckhorst: Sukses Bisa Jadi Bumerang bagi PSIM
• 11 jam lalubola.com
thumb
Kata-kata Saiful Mujani yang Diduga Ajakan Makar Gulingkan Prabowo, Berujung Dilaporkan
• 22 jam lalukompas.com
thumb
KPK: Kadis Henri Lincold Diduga Terima Uang Kasus Ijon Proyek di Bekasi
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
BTN Salurkan 6 Juta KPR, Perkuat Transformasi Beyond Mortgage
• 23 jam lalubisnis.com
thumb
Perayaan Iman yang Mempererat Kebersamaan
• 7 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.