jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah memastikan prajurit TNI tidak akan ditarik dari Pasukan Sementara PBB di Lebanon (United Nations Interim Force in Lebanon/UNIFIL).
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan pemerintah tetap melanjutkan penugasan prajurit TNI pada misi perdamaian tersebut, sembari menjalankan evaluasi secara berkala baik ke dalam maupun ke luar.
BACA JUGA: Gencatan Senjata AS-Iran Terancam Setelah Israel Menyerang Lebanon
"Oh, tidak ada untuk ke situ (menarik pasukan TNI dari UNIFIL)," kata Teddy di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat.
Teddy menjelaskan sikap pemerintah terkait penugasan pasukan di luar negeri telah ditegaskan oleh Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan Menteri Luar Negeri Sugiono, yang menekankan komitmen terhadap peran prajurit Indonesia di dalam maupun luar negeri.
BACA JUGA: Iran Bakal Menghancurkan Kedubes Israel di Timur Tengah
Menurut dia, pengiriman pasukan TNI ke UNIFIL merupakan bagian dari amanat konstitusi sebagaimana tertuang dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, khususnya dalam upaya menjaga ketertiban dunia.
"Jadi, saya rasa itu sudah sangat tegas disampaikan bahwa sesuai Undang-Undang pembukaan alinea empat, menertibkan, ketertiban dunia. Jadi, kita mengirim pasukan di sana untuk menjaga perdamaian dan kita tegas terhadap evaluasi yang ada," kata Seskab.
BACA JUGA: Info Terkini Kondisi Tiga Prajurit TNI Korban Serangan Terbaru di Lebanon
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan pemerintah belum mengambil keputusan terkait penarikan personel TNI dari UNIFIL.
"Kalau pertanyaannya sampai ke keputusan penarikan, itu belum, tetapi bahwa dengan adanya kejadian yang kemarin, tentu kami pemerintah harus melakukan koordinasi," kata Prasetyo.
Dia menjelaskan pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri masih terus melakukan koordinasi dan evaluasi menyusul insiden yang menimpa prajurit TNI di wilayah tersebut.
Menurut dia, kemungkinan penarikan pasukan masih bergantung pada hasil evaluasi yang sedang berlangsung, termasuk perkembangan situasi di lapangan.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan perubahan apa pun terkait partisipasi personel TNI dari UNIFIL perlu dilakukan dengan pertimbangan sangat matang, sehingga tak bisa ditarik begitu saja.
Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang mengatakan bahwa partisipasi RI di UNIFIL adalah bagian dari komitmen internasional Indonesia yang solid bagi keamanan dan perdamaian dunia.
Hingga kini, tiga personel TNI gugur dan delapan lainnya terluka dalam tiga serangan terpisah saat menjalankan tugas bersama UNIFIL di Lebanon. (antara/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Anggota KKB Pelaku Penembakan Tito Karnavian Nekat Tabrak Kendaraan Petugas
Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti




