Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Aceh Tamiang
Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menyalurkan santunan dan bantuan tahap II bagi korban bencana alam di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Jumat, 10 April 2026.
Total bantuan yang dikucurkan pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) untuk wilayah tersebut kini mencapai Rp205.188.100.000. Penyaluran bantuan ini merupakan komitmen negara dalam melindungi dan memulihkan kehidupan warga terdampak bencana hidrometeorologi.
Gus Ipul menegaskan, pihaknya bekerja cepat dalam mendistribusikan bantuan agar segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
"Bantuan sosial pasca-kebencanaan terus kami salurkan. Tidak ada libur selama datanya sudah ada, langsung kami salurkan," ujar Gus Ipul di Aceh Tamiang, dikutip Sabtu, 11 April 2026.
Komitmen Pemulihan Pasca-Bencana
Gus Ipul menjelaskan, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, Kemensos tidak hanya fokus pada masa kedaruratan seperti penyediaan dapur umum, yang telah menghabiskan dana sekitar Rp6 miliar di Aceh Tamiang, tetapi juga fokus pada masa pemulihan hidup, hunian, dan ekonomi.
Pada tahap kedua ini, Kemensos menyerahkan bantuan senilai Rp76.688.800.000 yang mencakup:
* Jaminan Hidup: Rp28,2 miliar untuk 20.908 jiwa.
* Isi Hunian Rumah: Rp17,8 miliar bagi 5.941 KK (Rp3 juta per KK untuk pembelian perabotan).
* Stimulan Sosial Ekonomi: Rp29,7 miliar bagi 5.491 KK.
* Santunan Luka Berat: Rp935 juta untuk 187 jiwa (Rp5 juta per orang).
"Bantuan isian rumah sebesar Rp3 juta per KK diberikan dengan asumsi rumah warga terdampak banjir, sehingga bisa digunakan untuk membeli perabotan atau kebutuhan dapur yang mendesak," jelas Mensos.
Sebelumnya, pada tahap pertama, pemerintah telah menyalurkan bantuan sebesar Rp128.499.300.000, termasuk santunan ahli waris bagi 236 korban meninggal dunia senilai total Rp3,54 miliar.
Pemanfaatan Bantuan dan Validasi Data
Mensos berharap masyarakat dapat memanfaatkan dana tersebut untuk kebutuhan mendasar atau sebagai modal awal membuka usaha. Ia juga menyampaikan permohonan maaf jika proses penyaluran terkadang dirasa lambat di beberapa titik karena adanya proses verifikasi data yang ketat.
"Kita memerlukan proses seleksi agar bantuan ini tidak diterima oleh mereka yang tidak berhak. Data harus valid dan terverifikasi oleh Bupati serta unsur Forkopimda," tegasnya.
Pendataan Gelombang Ketiga
Senada dengan Mensos, Bupati Aceh Tamiang, Armia Fahmi menyatakan pihaknya akan terus melakukan evaluasi dan pendataan ulang secara akurat. Ia memastikan warga yang belum terakomodir pada tahap I dan II akan diusulkan pada gelombang berikutnya.
"Datanya akan kita kumpulkan lagi untuk gelombang ketiga. Pemerintah Aceh Tamiang masih terus melakukan pendataan hingga seluruh korban mendapatkan haknya secara layak," ungkap Fahmi.
Kepedulian pemerintah ini disambut haru oleh warga. Erhamna (45), salah satu penerima bantuan, menyampaikan rasa terima kasihnya.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo, Menteri Sosial, dan Bapak Bupati yang telah memberi bantuan hari ini. Bangkit Aceh Tamiang!" serunya.
Editor: Redaksi TVRINews





