Penulis: Fityan
TVRINews – Samudra Pasifik
Misi Bersejarah ke Bulan Selesai, Empat Astronaut Kembali dengan Selamat
Era baru eksplorasi ruang angkasa resmi dimulai. Kapsul misi Artemis II yang membawa empat astronot berhasil melakukan pendaratan di air (splashdown) di Samudra Pasifik, mengakhiri misi bersejarah selama sembilan hari yang membawa umat manusia kembali ke lingkungan bulan untuk pertama kalinya dalam lebih dari setengah abad.
Kapsul tersebut mendarat dengan selamat pada pukul 01:07 BST (20:07 EDT). Sesaat setelah menyentuh permukaan laut, Komandan Misi, Reid Wiseman, memberikan laporan pertama yang memastikan kondisi seluruh kru dalam keadaan prima.
(Kapsul kru Artemis II terapung di Samudra Pasifik usai pendaratan dalam tangkapan layar video siaran langsung pada 10 April. (Foto: NASA/BBC News))
"Kami telah kembali ke bisnis pengiriman astronot ke bulan," tegas Jared Isaacman, pimpinan NASA, dalam pernyataan resminya. "Ini hanyalah sebuah permulaan." Dikutip BBC News Sabtu 11 April 2026.
Momen Kritis Re-entry
Proses kembali ke Bumi bukanlah tanpa risiko. Tim Artemis II harus melewati fase masuk kembali ke atmosfer yang rutin namun tetap menegangkan.
Selama kurang lebih enam menit, terjadi pemutusan komunikasi total (blackout) akibat suhu ekstrem yang menyelimuti kapsul saat bergesekan dengan atmosfer Bumi.
(Administrator NASA Jared Isaacman (tengah), disambut oleh Kapten Erik Kenny saat tiba di USS John P. Murtha untuk proses evakuasi kru Artemis II. (Foto: Bill Ingalls/NASA/AFP))
Setelah parasut utama mengembang sempurna, kapsul menghantam permukaan air yang menurut catatan astronot terdahulu akan terasa seperti guncangan keras.
Namun, tantangan fisik sebenarnya justru terjadi pasca-pendaratan. Astronot pertama asal Inggris mengingatkan bahwa fase terombang-ambing di atas gelombang laut seringkali menjadi momen yang paling memicu disorientasi bagi tubuh manusia setelah lama berada di kondisi tanpa bobot.
Pecahkan Rekor Jarak Terjauh
Misi ini bukan sekadar uji coba teknis. Pada 6 April, wahana antariksa Artemis II mencapai titik terjauhnya dari Bumi, yakni 406.771 km (252.756 mil).
Pencapaian ini resmi memecahkan rekor jarak terjauh yang pernah ditempuh oleh manusia di ruang angkasa, melampaui catatan yang dibuat pada era Apollo.
Keberhasilan Artemis II kini membuka jalan bagi misi berikutnya, Artemis III, yang ditargetkan untuk mendaratkan manusia kembali di kutub selatan Bulan.
Fokus tim medis saat ini adalah melakukan proses pemulihan bagi para astronot di atas kapal penyelamat sebelum mereka diterbangkan kembali ke daratan untuk evaluasi kesehatan lebih lanjut.
Editor: Redaksi TVRINews





