BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur memprediksi hujan semakin jarang turun di wilayah Jawa Timur selama periode 11-20 April 2026.
“Hari tanpa hujan berturut-turut di Jatim umumnya masih masuk kategori ‘masih ada hujan’ sampai ‘sangat pendek’,” tulis BMKG dalam laporannya, Jumat (10/4/2026).
Kondisi tersebut tergambar dalam pembaruan peta monitoring Hari Tanpa Hujan (HTH), distribusi hujan Dasarian I April 2026, dan prediksi curah hujan Dasarian II April 2026 di Jawa Timur.
Pada Dasarian I April 2026, distribusi curah hujan di Jawa Timur umumnya berada pada kategori “Rendah” hingga “Menengah”. Meski begitu, hujan dengan kategori “Sangat Tinggi” masih terpantau di sebagian kecil wilayah Kabupaten Jember, Kediri, dan Lumajang.
Sementara itu, untuk Dasarian II April 2026, BMKG memprediksi curah hujan di Jawa Timur secara umum berada pada kategori “Rendah” atau berkisar 0–50 milimeter. Prediksi tersebut memiliki peluang lebih dari 80 persen berdasarkan pendekatan probabilistik.
Data ini menunjukkan sebagian besar wilayah Jawa Timur mulai memasuki periode dengan intensitas hujan yang lebih terbatas, meskipun sejumlah daerah masih berpotensi mengalami curah hujan tinggi. Karena itu, masyarakat tetap perlu mencermati perkembangan informasi cuaca dan iklim terbaru dari BMKG, terutama di wilayah yang masih berpotensi diguyur hujan lebih tinggi.(iss)




