CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Suasana hangat menyelimuti ruang konferensi pers di Stadion Sultan Agung, Bantul, usai peluit panjang dibunyikan pada Jumat (10/4).
Di tengah euforia kemenangan PSM Makassar atas tuan rumah PSIM Yogyakarta, Asisten Pelatih Ahmad Amiruddin hadir dengan raut wajah penuh syukur namun tetap membumi.
Kemenangan ini bukan sekadar raihan tiga poin bagi tim berjuluk Juku Eja tersebut. Bagi Amiruddin, hasil positif ini merupakan buah dari dukungan kolektif yang tak terputus, mulai dari jajaran manajemen hingga tetesan keringat para pemain di lapangan.
Dalam pernyataannya, Amiruddin secara khusus memberikan apresiasi tinggi kepada manajemen tim. Ia mengungkapkan bahwa dukungan yang diterima tim pelatih dan pemain sangat terasa, bahkan dalam aspek-aspek di luar teknis pertandingan.
"Alhamdulillah kemenangan ini atas Allah yang memudahkan. Saya ingin mengucapkan terima kasih pertama-tama ke manajemen yang tidak pernah menyerah mendukung kami," ujar Amiruddin dengan nada tulus.
Ia menyebutkan bahwa perhatian manajemen mencakup banyak hal, mulai dari kehadiran dalam kegiatan sosial seperti halalbihalal, hingga pendampingan langsung di pinggir lapangan saat sesi latihan maupun pertandingan resmi. Sinergi inilah yang dianggapnya menjadi fondasi mental bagi tim untuk tetap fokus berjuang.
Selain peran manajemen, atmosfer di ruang ganti juga menjadi kunci. Coach Amir memuji dedikasi para pemain yang menunjukkan semangat juang tinggi sepanjang laga. Baginya, para pemain telah membuktikan bahwa tidak ada hasil instan tanpa kerja keras.
"Saya lihat pemain menunjukkan atmosfer yang sangat luar biasa. Mereka kerja keras karena mereka tahu dengan kerja keras bisa membawa hasil untuk tim ini," tambahnya.
Kemenangan di Bantul ini menjadi modal berharga bagi PSM untuk menatap laga-laga selanjutnya. Namun lebih dari itu, pesan Amiruddin jelas: bahwa di balik setiap gol dan kemenangan, ada doa, dukungan manajemen yang tak kenal menyerah, dan integritas kerja keras yang terus dijaga.
Kemenangan 2-1 PSM atas PSIM di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat (10/4), menjadi bukti kematangan strategi dan ketangguhan mental. Sempat tertekan dan tertinggal lebih dulu oleh gol Deri Corfe di babak kedua, Juku Eja tidak menyerah.
Pasukan Ramang bangkit secara dramatis melalui gol penyeimbang Luka Cumic pada menit ke-79, sebelum akhirnya Dusan Lagator mengunci kemenangan lewat gol penentu di menit-menit akhir laga.




