Tantang Menteri Ara, Ketum GRIB Hercules: Buktikan Lahan Ini Milik Negara!

kompas.com
11 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com – Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya, Rosario de Marshall alias Hercules, menantang Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait dan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Boby Rasyidin, untuk membuktikan bahwa lahan di Kelurahan Kebon Kacang, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, merupakan milik PT KAI.

Pernyataan tersebut disampaikan Hercules sebagai respons atas polemik kepemilikan lahan yang tengah viral.

Hercules menegaskan, lahan kosong seluas 34.690 meter persegi itu bukan milik PT KAI, tapi ahli waris bernama Sulaeman Effendi.

Menurutnya, GRIB Jaya bersama tim hukumnya telah menerima kuasa dari Sulaeman Effendi untuk memperjuangkan hak kepemilikan atas lahan tersebut.

"Kalau memang di sini barang ini punya negara, bawa bukti tunjuk di sini. Semua kita kroscek semua benar oke, dari mana hak pakainya, dari mana HPL-nya, asal-usulnya dari mana," ujar Hercules di Tanah Abang, Jumat (10/4/2026).

Ia juga membuka peluang dialog dengan Menteri Ara dan pihak KAI, terutama jika lahan tersebut akan digunakan untuk pembangunan perumahan rakyat.

"Tapi kami masih buka peluang untuk ayo kalau ini program negara, program pemerintah, program Pak Presiden, ayo mari kita bicara baik-baik," tuturnya.

Baca juga: Hercules Siap Kosongkan Lahan di Tanah Abang, Asal Negara Tunjukkan Bukti

Hercules mengatakan, dia juga yakin tanah itu merupakan milik Sulaeman karena Hercules sudah puluhan tahun tinggal di Tanah Abang.

Ia menjelaskan, lahan di bongkaran Tanah Abang sempat disewa oleh pihak swasta dan digunakan untuk usaha PT AB.

Baca juga: Hercules Siap Kosongkan Lahan di Tanah Abang, Asal Negara Tunjukkan Bukti

Pihak swasta kemudian mengurus hak pengelolaan lahan (HPL) hingga 2017.

Setelah HPL berakhir pada 2017, kata dia, lahan tersebut dikembalikan kepada pemilik asal, yakni Sulaeman Effendi.

Saat ini, tanah tersebut disewakan oleh pihak swasta untuk parkir kendaraan.

Hingga kini, lanjut Hercules, lahan itu masih dikuasai secara fisik oleh Sulaeman selaku ahli waris.

Merujuk pada HPL dan riwayat kepemilikan tersebut, ia menegaskan bahwa lahan kosong di bongkaran Tanah Abang bukan merupakan milik negara.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Ia juga membantah dugaan bahwa lahan tersebut dikuasai oleh pihak GRIB Jaya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
8 Mobil yang Jadi Tenar Berkat Film Hollywood
• 5 jam laluviva.co.id
thumb
Kronologi Warga Geruduk Rumah Diduga Bandar Narkoba di Rohil Berujung Aksi Pembakaran
• 5 jam lalurctiplus.com
thumb
Munafri Arifuddin Resmikan SIT Raffasya, Tekankan Pentingnya Pendidikan Terpadu
• 1 jam laluterkini.id
thumb
PBB Warga Tangsel Sudah Lunas, tapi Kok Dibilang Nunggak 5 Tahun?
• 13 jam lalukompas.com
thumb
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah dalam OTT Bupati Tulungagung
• 13 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.