Kadin Institute Beri Contoh Program MBG Bisa Transformasi Ekonomi Nasional

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Kadin Indonesia menilai bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar kebijakan sosial bagi-bagi makanan, melainkan mesin pertumbuhan ekonomi baru yang sedang mengubah lanskap bisnis di daerah.

Executive Director Kadin Indonesia Institute, Mulya Amri menegaskan, MBG sudah memberikan efek positif bagi perekonomian di sektor riil saat ini.

Baca Juga :
Geopolitik Global Makin Tak Menentu, Kadin Serukan Pengusaha Lebih Adaptif
Kukuhkan Pengurus Baru IISIA, Menperin Agus Beberkan Tantangan hingga Potensi Industri Baja Nasional

"Dulu sebelum program MBG dimulai, stok ayam dan telur kita berlebih. Sekarang justru kekurangan, hingga harga telur jadi lebih mahal. Kita sedang memacu produksi lebih banyak lagi," kata Mulya dalam keterangannya, Jumat, 10 April 2026.

Ilustrasi dapur MBG atau SPPG
Photo :
  • Dok BGN

Menurutnya, ini adalah kesempatan bagi para peternak ayam dan petani sayur di daerah, karena program ini adalah berkah ekonomi yang nyata bagi mereka.

"Oleh karena itu, Kadin Institute mengirimkan pesan kuat kepada para pengusaha daerah untuk bertransformasi," ujarnya.

Seorang peternak ayam petelur di Kadi Pada, Kota Tambolaka, Sumba Barat Daya, Benedictus Dalupe, adalah salah satu wajah pengusaha lokal yang memulai usahanya, saat program MBG berjalan. Dia menjadi saksi bagaimana perekonomian di daerah bertransformasi sejak adanya program MBG.

“Kami adalah salah satu supplier bahan baku telur untuk SPPG atau dapur MBG di kecamatan Kota Tambolaka, Sumba Barat Daya. Kami saat ini baru tahap pengembangan jadi baru mampu menyuplai secara regular satu dapur," kata Benedictus.

Selama ini, pihaknya menyuplai sekitar 20-25 ikat telur, dengan kisaran sekitar 3000 butir lebih. Dalam seminggu, Dia biasa mengirim sekitar tiga kali secara reguler di hari Minggu, Selasa, dan Kamis.

"Saat ini kemampuan regular kami memang baru bisa suplai satu SPPG, ada SPPG lain yang meminta tapi karena keterbatasan stok kami memprioritaskan satu SPPG saja,” ujar Benedictus.

Secara faktual, menurutnya 95 persen kebutuhan telur di Sumba Barat Daya baik untuk konsumsi rumah tangga, industri, maupun ritel, masih dipenuhi oleh peternak dari Pulau Jawa.

Setelah adanya MBG, baru mulai muncul minat pengusaha atau peternak lokal di Sumba Barat Daya untuk mengembangkan peternakan ayam petelur. Karenanya, Mulya pun medorong pengusaha lokal untuk memanfaatkan kesempatan ini.

Baca Juga :
Akui ada Miskomunikasi, Purbaya: Tahun Ini Tidak Ada Lagi Pembelian Motor Listrik MBG
Ketidakpastian Global Masih Tinggi, Airlangga Pede Ekonomi Kuartal I-2026 Tumbuh 5,5 Persen
Rupiah Menguat Meski Bank Dunia Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI di 2026

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mentan: Program Makan Bergizi Gratis Adalah Investasi Generasi, Bukan Komoditas Politik
• 23 jam lalumatamata.com
thumb
Pengelolaan Sampah Jadi Energi di IKN dan Kaltim, Otorita IKN: Ini Adalah Game Changer
• 1 jam lalutvrinews.com
thumb
Tak Diberi Penalti, Barcelona Murka dan Adukan Wasit Liga Champions ke UEFA
• 14 jam lalumedcom.id
thumb
Kantornya Digeledah, Menteri PU Bakal Temui Kajati DKI Jakarta
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Presiden Prabowo Tegaskan Tindakan Hukum untuk Tambang Ilegal
• 16 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.