Wamendagri: WFH bentuk efisiensi dan tata kelola baru bernegara

antaranews.com
12 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menilai penerapan kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) sebagai bagian dari upaya efisiensi sekaligus tata kelola baru bernegara.

Ia menjelaskan kebijakan itu diarahkan untuk menciptakan birokrasi yang lebih efektif, efisien, dan berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat.

"Prinsip efisiensi ini bukan hanya sekadar soal kita supaya tidak tergantung kepada pasokan BBM internasional, tetapi juga ada transformasi budaya kerja baru, ada kultur kerja yang baru, semuanya terbiasa gitu dan arahnya ke sana," kata Bima dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Bima menyampaikannya usai meninjau langsung pelaksanaan WFH di Gedung Wali Kota Bekasi, Jawa Barat, Jumat (10/4).

Bima turut mengapresiasi kesiapan sistem Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi yang mencatat tingkat partisipasi WFH mencapai sekitar 40 persen dari total ASN di Kota Bekasi.

Ia pun meminta Pemkot Bekasi segera menghitung besaran efisiensi anggaran, terutama dari penghematan penggunaan BBM, air, dan listrik.

Lebih lanjut, ia menegaskan langkah efisiensi tersebut merupakan wujud komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga BBM agar tidak membebani masyarakat, khususnya kelompok menengah ke bawah.

Ia juga memastikan kondisi APBN serta ketersediaan BBM nasional tetap aman, dengan tingkat ketergantungan impor yang terdampak dinamika Selat Hormuz relatif rendah.

"Bagi Presiden, bagi pemerintah saat ini, keberpihakan kepada warga terutama kelas menengah ke bawah itu sangat penting untuk dijaga," ucapnya.

Menanggapi potensi gangguan pelayanan publik, Bima memastikan layanan esensial tetap berjalan optimal. Sejumlah sektor vital seperti dinas lingkungan hidup, sumber daya air, pemadam kebakaran, dan Satpol PP tetap beroperasi penuh.

Sementara itu, layanan di kecamatan, kelurahan, dan perizinan tetap berjalan dengan pembatasan maksimal 50 persen pegawai bekerja di kantor.

Untuk menjaga kedisiplinan ASN selama WFH, pemerintah menerapkan sistem pengawasan ketat melalui pelaporan kinerja digital serta pemantauan lokasi. Sanksi akan diberikan bagi ASN yang tidak menjalankan tugas sesuai ketentuan maupun pejabat yang lalai dalam pengawasan.

Selain itu, Bima juga mengapresiasi kebijakan Wali Kota Bekasi yang mendorong ASN menggunakan transportasi umum dan sepeda.

Ke depan, ia mengharapkan pengembangan transportasi publik berbasis kendaraan listrik dapat semakin diperluas guna mendukung efisiensi energi nasional secara lebih signifikan.

"Sebetulnya kalau skema kendaraan listrik ini juga fokus ke transportasi publik, akan jauh lebih signifikan dampaknya, dan itulah yang kemarin sebetulnya mulai diinisiasi oleh Presiden," tuturnya.

Baca juga: Wamendagri sidak WFH ke rumah ASN Kota Bogor

Baca juga: Wamendagri sidak penerapan WFH di Pemkot Bekasi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Warga Ramai Adukan Jalan Rusak ke Ijoel, Pengamat: Tanda Sistem Pemerintah Belum Maksimal
• 3 jam lalukompas.com
thumb
Registrasi SNPMB Diperpanjang hingga 2 Mei 2026, Ini Cara Buat Akun untuk Ikut SNBP dan UTBK-SNBT
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Lama Tak Bertemu, Insanul Fahmi Tolak Bicara Soal Inara Rusli
• 4 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Bank Sumsel Babel Salurkan CSR untuk Dukung Aktivitas Car Free Night di Pedestrian Atmo
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Bagaimana Mekanisme War Ticket Haji Jika Resmi Diberlakukan? Berikut Penjelasan Wamenhaj
• 11 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.