Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, Jakarta
Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo tiba di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, pada Sabtu pagi, 11 April 2026. Kedatangan kepala daerah tersebut merupakan tindak lanjut dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan tim penindakan KPK di wilayah Jawa Timur sebelumnya.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, Gatut langsung dibawa ke Gedung Merah Putih KPK untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.
"Tim membawa Bupati Tulungagung ke Jakarta untuk langsung dilakukan pemeriksaan intensif. Yang bersangkutan telah tiba di gedung KPK Merah Putih sekitar pukul 06.50 WIB," ujar Budi dalam keterangannya, Sabtu.
Sementara itu, Budi menyebut pihak lain yang ikut terjaring dalam operasi senyap tersebut masih dalam proses pemeriksaan di Mapolresta Tulungagung.
Saat tiba, Bupati Tulungagung terlihat mengenakan jaket berwarna biru navy, celana hitam, serta topi hitam untuk menutupi wajahnya dari sorotan kamera media. Sambil memegang botol air mineral di tangan kirinya, ia berjalan cepat memasuki gedung tanpa memberikan pernyataan sepatah kata pun kepada awak media yang telah menunggu sejak dini hari.
Setibanya di lobi, petugas langsung mengarahkan Bupati menuju lantai atas untuk menjalani pemeriksaan intensif. Pemeriksaan ini dilakukan guna mendalami peran yang bersangkutan dalam dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan belasan orang lainnya dalam operasi senyap tersebut.
Sebelumnya, Juru Bicara KPK mengonfirmasi bahwa dalam OTT di Jawa Timur, tim mengamankan total 16 orang. Selain Bupati Tulungagung, sejumlah pihak swasta dan pejabat di lingkungan pemerintah kabupaten juga turut diamankan guna dimintai keterangan.
Hingga berita ini diturunkan, status hukum Bupati Tulungagung dan pihak lainnya masih sebagai terperiksa. Sesuai dengan ketentuan KUHAP, KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status tersangka dan mengumumkan detail konstruksi perkara melalui konferensi pers resmi.
Editor: Redaksi TVRINews





