Pramono Setuju Ikan Sapu-sapu Diberantas Secara Masif di Jakarta

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan setuju dengan upaya pembersihan ikan sapu-sapu yang belakangan dilakukan secara masif di sejumlah wilayah Jakarta.

Pramono mengaku memonitor langsung kegiatan penangkapan ikan tersebut yang dilakukan jajaran pemerintah kota bersama petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU).

"Yang pertama persoalan ikan sapu-sapu, terus terang saya mengikuti ketika di depan Grand Hyatt atau Plaza Indonesia, wali kota bersama PPSU menangkap ikan sapu-sapu," kata Pramono saat menghadiri perayaan hari kedua Lebaran di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu (11/4).

"Memang ikan ini adalah ikan yang migrasi dari Amerika Selatan, daya tahan tubuhnya luar biasa, dia bisa hidup makan apa saja. Tapi karena dia bisa makan apa saja, tentunya juga berbahaya kontaminasi dengan zat-zat sesuatu yang berbahaya," sambungnya.

Ia menilai keberadaan ikan sapu-sapu berpotensi mengganggu ekosistem perairan karena dapat mengancam kelangsungan ikan lokal.

Upaya pembersihan ikan sapu-sapu sendiri belakangan menjadi perhatian karena dilakukan di sejumlah titik perairan di Jakarta.

Sebelumnya, Ahli Ikan dan Konservasi Ikan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB, Charles P. H. Simanjuntak, Ph.D., mengungkap bahwa ikan yang hidup di lingkungan tercemar berpotensi mengandung logam berat berbahaya, terutama timbal, yang dapat membahayakan manusia jika dikonsumsi.

Akumulasi logam berat tersebut tidak hanya bertahan di jaringan ikan, tetapi juga berisiko berpindah ke manusia dan memicu berbagai gangguan kesehatan serius.

Ia menambahkan bahwa ikan sapu-sapu telah terbukti mengakumulasi logam berat ini di dalam daging yang secara langsung berkorelasi dengan tingginya tingkat pencemaran di sungai.

Alih-alih mati keracunan, ikan invasif ini justru menyerap racun-racun tersebut ke dalam jaringan tubuhnya.

Bahaya laten inilah yang akan berpindah ke tubuh manusia jika ikan tersebut dijadikan lauk-pauk. Menurut Charles, akumulasi logam berat pada ikan sapu-sapu dapat menimbulkan risiko langsung bagi kesehatan manusia jika dikonsumsi terus-menerus.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Inalum Genjot Bisnis Berkelanjutan, Dorong Transisi Energi Bersih
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Prabowo Ungkap Ada Pejabat yang Diberi Kekuasaan, Tapi Bantu Pencuri Uang Negara
• 11 jam laluliputan6.com
thumb
AJI Jakarta Gelar Pesta Media usai 14 Tahun Hiatus, Angkat Isu Kebebasan Pers-AI
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
‎Drama Passpoortgate Resmi Berakhir, Justin Hubner Ikuti Jejak 3 Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia untuk Kembali Aktif di Liga Belanda ‎
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Kongres AS Selidiki Dugaan Pengaruh PKT di AS melalui Status Bebas Pajak, 53 Organisasi Diduga Campur Tangan dalam Pemilu
• 7 jam laluerabaru.net
Berhasil disimpan.