EtIndonesia. Kongres Amerika Serikat baru-baru ini mengambil langkah besar terhadap dugaan aktivitas infiltrasi Partai Komunis Tiongkok (PKT) di AS. Ketua Komite Khusus DPR AS untuk Isu PKT dan Ketua Komite Penggalangan Dana, Jhon Moolenaar dan Smith, pada 8 April bersama-sama mengirim surat kepada Internal Revenue Service (IRS), meminta penyelidikan menyeluruh terhadap sejumlah organisasi nirlaba yang diduga memiliki keterkaitan dengan PKT.
Laporan reporter NTD : Komite DPR AS menuduh organisasi-organisasi tersebut memanfaatkan “status bebas pajak” untuk mendorong kepentingan PKT di Amerika Serikat, melakukan aktivitas politik ilegal, serta mengganggu sistem demokrasi AS. Contohnya termasuk Tricontinental dan BreakThrough News.
Dalam surat tersebut, kedua ketua komite menegaskan bahwa PKT diduga memanfaatkan organisasi “front persatuan” (united front), agen, dan perantara di dalam wilayah AS. Dengan memanfaatkan status bebas pajak, mereka menjalankan agenda politik PKT, menyebarkan narasi yang memecah belah dan memicu kebencian, serta merusak lingkungan diskusi politik di Amerika.
Surat itu juga menyebutkan bahwa setidaknya terdapat 53 organisasi semacam itu di seluruh AS, yang pernah secara terbuka mendukung kandidat politik tertentu atau menggalang dana, yang diduga melanggar hukum AS yang melarang lembaga amal bebas pajak untuk ikut campur dalam kampanye politik.
Selain itu, organisasi-organisasi tersebut juga diduga bekerja sama dengan konsulat Tiongkok untuk mengganggu atau menghambat kandidat anggota Kongres yang menentang PKT.
Ketua Moolenaar menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan membiarkan kekuatan asing yang dianggap bermusuhan memanfaatkan sistem insentif pajak AS untuk melawan kepentingan negara. Saat ini, IRS telah diminta untuk melakukan peninjauan menyeluruh terhadap status bebas pajak organisasi-organisasi tersebut.
Laporan reporter: Langkah Kongres ini menunjukkan tingkat kewaspadaan tinggi Amerika Serikat terhadap dugaan infiltrasi “front persatuan” PKT dalam masyarakat AS. Apakah ke depan akan ada lebih banyak organisasi pro-PKT yang dicabut status bebas pajaknya menjadi perhatian publik.
Reporter NTD Television Yu Liang dan Shang Jing melaporkan dari New York.





