Insanul Fahmi menanggapi santai soal busana putih yang dikenakan Wardatina Mawa saat sidang cerai di Pengadilan Agama Lubuk Pakam, Sumatera Utara.
Saat ditanya apakah busana tersebut memiliki makna khusus, Insanul mengaku tidak melihatnya sebagai baju akad seperti yang ramai dibicarakan publik.
“Enggak sih, kayaknya… bukan baju akad sih. Baju putih aja. Kalau menurut aku itu cuma sekadar baju putih,” ujar Insanul Fahmi saat ditemui di Jakarta Selatan.
Ia juga menegaskan tidak merasa tersindir atau menangkap pesan tertentu dari pilihan busana tersebut.
“Kayaknya baju akad nggak gitu soalnya, jadi nggak tahu ya,” lanjutnya.
Di sisi lain, Wardatina Mawa sebelumnya mengungkapkan bahwa busana putih yang ia kenakan dalam sidang cerai perdana pada 25 Maret lalu memiliki makna tersendiri.
Ia hadir ke pengadilan dengan pakaian serba putih lengkap dengan cadar, yang ternyata juga pernah dikenakan saat menikah dengan Insanul Fahmi tujuh tahun lalu.
Wardatina menyebut busana tersebut menyimpan nilai emosional terkait perjalanan pernikahannya.
“Baju warna putih ini masih menyimpan gema akad itu, setiap detiknya seperti mengulang kata ‘selamanya’ yang pernah kita yakini,” tulisnya melalui akun Instagram @wardatinamawa.
Keretakan rumah tangga keduanya bermula setelah Wardatina mengungkap dugaan perselingkuhan Insanul Fahmi dengan Inara Rusli yang disebut berujung pada pernikahan siri. Merasa dirugikan, Wardatina kemudian melaporkan keduanya ke Polda Metro Jaya pada November 2025 atas dugaan perzinaan, dengan menyertakan bukti rekaman CCTV.
Hingga kini, proses hukum masih berjalan dan pihak kepolisian terus mendalami laporan tersebut.





