REPUBLIKA.CO.ID, Hijrah Nabi Muhammad SAW ke Madinah bukan sekadar perpindahan tempat, melainkan langkah strategis dalam membangun peradaban Islam. Kota itu dipilih karena warganya lebih siap menerima dakwah, bahkan lebih dulu mencari Rasulullah SAW untuk beriman.
Jika muncul pertanyaan dengan alasan apa kota Madinah menjadi pilihan hijrahnya Nabi Muhammad SAW? Jawabanya, faktor utama di balik alasan tersebut adalah kesiapan warga Madinah dalam menerima dakwah Islam.
Baca Juga
Bukan Zamzam, Inilah Air Paling Utama yang Pernah Ada di Muka Bumi Menurut Ulama
Usai Kasus Harimau Mati, Bandung Zoo Jalani Audit Kesehatan Satwa
Filsafat, Al-Azhar, dan Merawat Akal yang 'Terbuka'
Warga Madinah sendiri mencari Rasulullah SAW, bukan seperti warga Makkah yang harus didatangi Rasulullah SAW saat memperkenalkan Islam.
"Justru warga Madinah ini dalam kesempatan haji dan banyak kesempatan lain berusaha ingin berjumpa dengan Nabi Muhammad SAW untuk masuk Islam," tulis KH Ahmad Sarwat Lc dalam buku Madinah Era Kenabian terbitan Rumah Fiqih Publishing.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
View this post on Instagram
A post shared by Republika Online (@republikaonline)
Rupanya, warga Madinah sudah dikenalkan sebelumnya tentang kenabian Nabi Muhammad oleh orang-orang Yahudi. Alih-alih menentang dakwah Islam, yang warga Madinah lakukan justru ingin segera bertemu dengan Rasulullah SAW untuk masuk Islam. Warga Madinah pun meminta agar ada sahabat Rasulullah SAW yang diutus ke Madinah untuk mengajarkan ilmu-ilmu keislaman. Maka Rasulullah SAW mengutus Mush'ab bin Umair ke Madinah.
Umat Islam berjalan menuju Masjid Quba di Madinah, Arab Saudi, Rabu (18/6/2025). Masjid Quba yang berada sekitar empat kilometer dari Masjid Nabawi merupakan masjid yang pertama dibangun oleh Rasulullah SAW pada tahun 1 Hijriah atau 622 Masehi. - (ANTARA FOTO/Andika Wahyu)