Wamenhaj: Presiden Instruksikan Kenaikan Harga Avtur Tidak Dibebankan kepada Jamaah Haji

idxchannel.com
5 jam lalu
Cover Berita

Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan pemerintah berkomitmen penuh untuk melindungi jamaah haji dari dampak fluktuasi ekonomi global.

Wamenhaj: Presiden Instruksikan Kenaikan Harga Avtur Tidak Dibebankan kepada Jamaah Haji. (Foto iNews Media Group)

IDXChannel - Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan, pemerintah berkomitmen penuh untuk melindungi jamaah haji dari dampak fluktuasi ekonomi global.

Hal ini disampaikan dalam sambutan penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Konsolidasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Tahun 1447 H/2026 M di Asrama Haji Kelas I Tangerang, Jumat (10/4/2026) malam.

Baca Juga:
Pemerintah Turunkan Biaya Haji Rp2 Juta saat Harga Avtur Naik

Dahnil menyampaikan, dinamika geopolitik di Timur Tengah yang saat ini tengah bergejolak telah memicu kenaikan harga avtur dunia. Namun, dia menekankan Presiden Prabowo Subianto telah memberikan instruksi tegas agar beban kenaikan biaya operasional penerbangan tersebut tidak dialihkan kepada jamaah.

"Sesuai dengan instruksi Bapak Presiden, kami pastikan bahwa dinamika kenaikan harga avtur akibat situasi geopolitik di Timur Tengah tidak akan dibebankan kepada jamaah haji. Pemerintah akan mencari solusi fiskal dan melakukan penyesuaian kembali agar beban negara juga tidak terlalu berat," ujarnya.

Baca Juga:
Harga Avtur Meroket, Selisih Kenaikan Biaya Haji Ditanggung Negara

Selain masalah penerbangan, Dahnil juga memberikan kepastian mengenai kesiapan logistik bagi jamaah selama berada di Tanah Suci. Dia menyatakan kontrak dan ketersediaan logistik untuk kebutuhan jamaah haji telah diamankan hingga tiga bulan ke depan.

Baca Juga:
Harga Avtur Melonjak, Menhub Ungkap Alasan Pilih Naikkan Fuel Surcharge ketimbang TBA

"Kami sudah melakukan mitigasi bersama KUH dan memastikan stok serta kontrak logistik jamaah aman untuk tiga bulan ke depan. Jadi, jamaah tidak perlu khawatir mengenai pemenuhan kebutuhan pokok selama menjalankan ibadah," kata dia.

Pemerintah terus memantau perkembangan di Timur Tengah dengan harapan situasi tersebut tidak mengalami eskalasi yang lebih luas. Stabilitas kawasan sangat diharapkan agar seluruh tahapan penyelenggaraan haji 1447 H/2026 M dapat berjalan sesuai rencana tanpa kendala keamanan maupun distribusi.

Baca Juga:
Avtur Melonjak 70 Persen, Garuda Indonesia (GIAA) Terapkan Penyesuaian Tarif Tiket

Penutupan Rakernas ini menjadi momentum finalisasi koordinasi antara pusat dan daerah jelang keberangkatan perdana jamaah haji Indonesia ke Tanah Suci pada 22 April 2026. Wamenhaj meminta seluruh jajaran Kementerian Haji dan Umrah baik di pusat maupun daerah untuk bekerja ekstra dalam memberikan pelayanan terbaik dan perlindungan maksimal bagi tamu Allah.

"Harapan kita tentu dinamika geopolitik ini tidak eskalatif. Namun, secara sistem, kita sudah siap dengan segala skenario terburuk agar jamaah tetap bisa beribadah dengan aman dan nyaman," ujar Dahnil.

(Dhera Arizona)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bantuan Pangan Jember Mulai Disalurkan, Pemerintah Jaga Stabilitas Ekonomi Warga 
• 22 jam lalurealita.co
thumb
Hingga Awal April 2026, BTN Salurkan 6 Juta KPR
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Suspek Campak di Palembang Capai 842 Kasus, Imunisasi Lewat ORI Digencarkan
• 11 jam lalubisnis.com
thumb
Lestari Moerdijat: Kesehatan Mental Harus Menjadi Bagian dari Kurikulum Nasional
• 5 jam lalumedcom.id
thumb
ASEAN Sambut Dana Khusus 30 Miliar Dolar AS dari ADB untuk Perkuat Infrastruktur dan Energi Kawasan
• 2 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.