JEMBER (Realita) - Pemerintah Kabupaten Jember bersama Perum Bulog resmi meluncurkan penyaluran bantuan pangan di Gudang Bulog Mangli.
Program ini menyasar 390.744 penerima bantuan pangan (PBP) di Kabupaten Jember.
Bupati Jember, Gus Fawait, menegaskan bantuan ini sangat krusial untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, terutama setelah Ramadan dan Idul Fitri yang identik dengan lonjakan harga bahan pokok.
“Bantuan pangan ini akan sangat membantu masyarakat, apalagi setelah Ramadan dan Idul Fitri di mana inflasi cenderung meningkat,” ujar Fawait, Jumat (10/04/2026).
Ia menilai, intervensi melalui bantuan pangan mampu menekan gejolak harga sekaligus menjaga daya beli masyarakat. Pemerintah daerah juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat dan seluruh pihak yang terlibat.
“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Jember mengucapkan terima kasih kepada Presiden, Bulog, serta TNI-Polri dan semua pihak yang terlibat dalam pendistribusian bantuan ini,” tambahnya.
Di tengah pelaksanaan program tersebut, Fawait juga mengingatkan adanya potensi ancaman cuaca ekstrem yang dapat berdampak pada ketahanan pangan. Pemerintah daerah, kata dia, akan memperkuat koordinasi lintas sektor untuk mengantisipasi hal tersebut.
“Ke depan kita menghadapi potensi cuaca ekstrem, baik hujan maupun kemarau. Ini harus kita antisipasi bersama,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Cabang Bulog Jember, Muhammad Ade Saputra, menjelaskan penyaluran bantuan pangan telah melalui koordinasi dengan Pemkab Jember, termasuk penentuan sasaran penerima.
“Penerima bantuan pangan di Kabupaten Jember sebanyak 390.744 orang. Ini memang mengalami penurunan dibandingkan kabupaten lain di Jawa Timur,” jelasnya.
Untuk tahap awal, distribusi difokuskan di wilayah perkotaan, yakni Kecamatan Kaliwates, Patrang, dan Arjasa, dengan dukungan sistem aplikasi serta petugas di tingkat kelurahan.
“Penyaluran awal kita lakukan di tiga kecamatan, yaitu Kaliwates, Patrang, dan Arjasa, dengan kesiapan teknis yang sudah kami siapkan,” ujarnya.
Bulog Jember menyiapkan sekitar 8 ribu ton beras untuk alokasi Februari dan Maret. Selain itu, bantuan minyak goreng juga turut disalurkan dalam jumlah besar.
“Total beras yang disalurkan kurang lebih 8.000 ton untuk dua bulan alokasi, ditambah minyak goreng sekitar 1,8 juta liter,” ungkapnya.
Di sisi hulu, Bulog juga mencatat capaian signifikan dalam penyerapan gabah petani. Hingga awal April, serapan gabah kering panen telah mencapai 168 ribu ton.
“Serapan gabah dari Januari sampai awal April sudah mencapai 168 ribu ton. Ini berkat dukungan pemerintah daerah, terutama dalam penanganan dampak cuaca,” jelas Ade.
Ia juga menyoroti tren kenaikan harga gabah di tingkat petani yang dinilai positif bagi kesejahteraan petani.
“Kalau HPP kita Rp6.500, sebelumnya harga di petani sekitar Rp6.100. Sekarang sudah naik menjadi Rp6.700 bahkan sampai Rp8.000 per kilogram untuk varietas tertentu,” paparnya.
Menurutnya, strategi penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap dan tidak langsung menyasar pedesaan untuk menjaga harga gabah tetap stabil di tengah panen raya.
Bulog Jember menargetkan penyaluran bantuan pangan rampung pada 31 Mei, sementara capaian serapan gabah saat ini telah mencapai 77 persen dan ditargetkan tuntas pada Juni mendatang.
“Penyaluran kita atur agar tidak mengganggu harga di tingkat petani, karena saat ini mereka sedang menikmati panen,” tegasnya.rdy
Editor : Redaksi





