FAJAR, MAROS – Era baru kompetisi religi yang transparan dimulai dari Kabupaten Maros. Panitia Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXIV Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan resmi menerapkan sistem perekaman biometrik berupa sidik jari dan pemindaian wajah bagi seluruh peserta. Langkah ini untuk menjamin keabsahan data sekaligus memastikan tidak ada celah bagi praktik kecurangan atau penggunaan joki di antara 1.392 peserta.
Seksi Pendaftaran bergerak cepat melakukan verifikasi administrasi berlapis melalui teknologi biometrik ini sebelum para kafilah terjun ke arena perlombaan. Dengan sistem digital tersebut, identitas setiap peserta yang tampil akan divalidasi secara real-time sesuai dengan data pendaftaran awal.
Ketua Tim MTQ Bidang Penais Kanwil Kemenag Sulsel, H. Wahyadi, menegaskan bahwa penerapan teknologi ini adalah bukti komitmen penyelenggara dalam menjaga marwah ajang MTQ. Menurutnya, integritas kompetisi adalah harga mati yang harus dijaga sejak tahap pendaftaran.
“Perekaman biometrik ini kami lakukan untuk memastikan bahwa peserta yang tampil benar-benar sesuai dengan yang terdaftar. Ini juga sebagai upaya mencegah terjadinya kecurangan dalam pelaksanaan MTQ,” ungkap Wahyadi di Maros, Sabtu (11/4/2026).
Selain berfungsi sebagai pengawasan ketat, sistem ini juga berperan penting dalam merapikan basis data peserta agar lebih akurat dan profesional secara administratif.
“Selain aspek pengawasan, biometrik membantu memastikan data peserta lebih akurat dan dapat dipertanggungjawabkan secara administratif,” lanjutnya.
Daftar Cabang Lomba
Sebanyak 1.392 peserta dari 24 kabupaten/kota akan memperebutkan gelar terbaik dalam 8 cabang lomba utama. Berikut adalah daftar lengkap kategori yang dipertandingkan:
A. Cabang Seni Baca Al-Qur’an: Tartil, Tilawah (anak-anak, remaja, dewasa, hingga tuna netra).
B. Cabang Qira’at Al-Qur’an: Qira’at Mujawwad dewasa, Murattal remaja, dan Murattal dewasa.
C. Cabang Hafalan Al-Qur’an: Golongan 1 juz & tilawah, 5 juz & tilawah, serta hafalan 10, 20, dan 30 juz.
D. Cabang Tafsir Al-Qur’an: Golongan Bahasa Arab, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.
E. Cabang Fahm Al-Qur’an
F. Cabang Syarh Al-Qur’an
G. Cabang Seni Kaligrafi: Golongan naskah, hiasan mushaf, dekorasi, kontemporer, hingga golongan digital.
H. Cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ)
Dengan sistem pengamanan biometrik ini, MTQ XXXIV Sulsel di Maros tidak hanya menjadi ajang syiar yang megah, tetapi juga menjadi standar baru penyelenggaraan kompetisi yang jujur, modern, dan bermartabat. (*)





