Soal Kapal Pertamina di Selat Hormuz, Dubes Iran: Ada Protokol yang Harus Dilalui

kompas.com
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Kapal-kapal di Selat Hormuz masih harus melalui negosiasi dengan otoritas Iran karena ketegangan di kawasan belum mereda.

Hal ini disampaikan Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi saat merespons pertanyaan terkait kapal tanker Pertamina yang masih tertahan di jalur tersebut.

Baca juga: Pemerintah Terus Lobi agar Kapal Pertamina Bisa Lintasi Selat Hormuz, Stok BBM Dipastikan Aman

"Pada masa perang, ada beberapa protokol yang harus dilalui terkait kapal-kapal yang hendak melewati Selat Hormuz, di antaranya adalah negosiasi dengan pihak keamanan Republik Islam Iran," kata Dubes Boroujerdi usai peluncuran buku peringatan mendiang Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei di Jakarta, Sabtu.

Ia menegaskan, seluruh negara tanpa terkecuali wajib mengikuti prosedur tersebut karena kondisi kawasan belum normal.

Baca juga: Kata Bahlil soal Kapal Pertamina Belum Bisa Lewati Selat Hormuz meski Iran-AS Gencatan Senjata

"Mengingat Teluk Persia dan Selat Hormuz saat ini tidak dalam kondisi yang biasa-biasa saja," ujarnya.

Sebelumnya, Kamis (9/4), menjelang negosiasi antara Iran dengan Amerika Serikat di Islamabad, Pakistan, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) telah menetapkan rute maritim alternatif di Selat Hormuz dengan alasan risiko ranjau laut.

Namun demikian, pada Jumat (10/4), Selat Hormuz belum dapat dibuka sepenuhnya karena semua ranjau laut yang dipasang saat perang belum dapat ditemukan.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memastikan bahwa Pemerintah Iran telah merespons positif permintaan Pemerintah Indonesia supaya kapal milik Pertamina dapat melintas dengan aman.

"Intinya kami mengupayakan agar kapal Pertamina bisa melintasi dari Selat Hormuz," ujar Juru Bicara Kemlu RI Vahd Nabyl, dalam konferensi pers yang digelar di kantor Kemlu, Jakarta Pusat, Rabu (8/4/2026).

Baca juga: Kemlu Upayakan 2 Kapal Pertamina Bisa Segera Lewati Selat Hormuz

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Adapun menurut situs pelacak perjalanan kapal Vessel Finder per Sabtu sore, dua kapal tanker yang beroperasi untuk Pertamina masih berada di wilayah Teluk Persia.

Kapal Pertamina Pride terdeteksi berada di lepas pantai Al Jubail, Arab Saudi. Sementara Kapal Gamsunoro tercatat berada di lepas pantai Dubai, Uni Emirat Arab.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Berikut 4 Lokasi SIM Keliling di Jakarta Hari Ini
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Info Transjakarta: Rute B11 Kini Kembali Berhenti di Summarecon Bekasi
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Curhat Pilu Inul Daratista di Samping Pusara Titiek Puspa, Akui Merana Tak Ada Lagi Nasihat
• 7 jam lalugrid.id
thumb
Prabowo Berangkat ke Rusia Pekan Ini, Dijadwalkan Bertemu Putin
• 5 jam lalukompas.com
thumb
Manajemen Freeport dan Serikat Pekerja/Buruh Tandatangani Perjanjian Kerja Bersama ke-24 Periode 2026-2028
• 11 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.