Tiwi/Fadia mengaku kehilangan konsistensi setelah sempat menemukan pola permainan yang tepat pada game pertama. Sedangkan Liu/Tan memperlihatkan kelasnya dengan bermain konsisten sejak awal hingga akhir.
"Di awal kami sempat sudah pegang cara mainnya tapi kami tidak konsisten, terus-menerus melakukan kesalahan sendiri," kata Fadia usai pertandingan.
"Mereka sangat konsisten dari awal sampai akhir, sudah sangat siap mau main seperti apa. Polanya benar-benar sudah terbentuk sementara kami mainnya ragu-ragu jadi kurang berani. Mereka lebih nekat hari ini daripada kami," ujar Tiwi. Baca juga: Skuad Indonesia untuk Thomas & Uber 2026 Resmi Dirilis, Ini Daftar Lengkap Pemainnya Tiwi/Fadia bertekad mengasah pola permainan mereka agar menemukan cara yang tepat untuk menghadapi lawan yang berbeda-beda. Mereka juga ingin meningkatkan kekurangan yang terlihat selama turnamen ini.
"Kami harus lebih mengasah lagi permainan-permainan kami untuk siap menghadapi pasangan berbeda yang punya pola permainan yang berbeda-beda juga," papar Tiwi.
"Kami merasa setiap turnamen kami ada progress permainan hasil dari evaluasi sebelumnya. Bersyukur di sini bisa sampai ke semifinal tapi kami mau lebih lagi, masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki," beber Fadia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KAH)





